Teori Dasar Motor Bakar : Materi Otomotif

Masbengkel.com – Belajar tentang Teori dasar motor bakar. Memahami dunia otomotif itu tidak hanya sekedar bagaimana membuat motor bisa kencang dan bagaimana membuat modifkasi motor agar bisa terlihat sangar. Memahami dunia otomotif dengan teori – teori dasar itu sangatlah penting terutama jika kamu ingin terjun langsung ke dunia otomotif. Apa artinya kamu bisa membuat motor lebih kencang dari standar pabrik tapi kamu tidak memiliki teori dasar dari bidang otomotif.

Jika kamu memahami dasar tentang otomotif maka saya jamin kamu tidak akan kesulitan ketika motor kamu mengalami masalah atau pun meningkatkan performa motor bahkan meskipun kamu bukanlah seorang montir yang handal. Jika pada artikel sebelumnya saya pernah membahas tentang klasifikasi motor bakar, pada artikel kali ini saya ingin kembali memabahas tentang teori dasar otomotif yaitu teori dasar motor bakar.

Teori Dasar Motor Bakar

Perlu kamu ketahui bahwa motor terdiri dari bari bebearapa komponen yang akan saling bersinggungann satu sama lain agar bisa membentuk sebuah kerja yang akan membuat motor kamu bisa dinyalakan dan bisa di gerakkan. Dari semua kkomponen yang ada pada motor, mesin merupakan komponen yang paling penting pada sebuah kendaraan bermotor. Jadi penting sekali kamu memahami prinsip – prinsip dasar mesin motor.

Unutk pembahasaan kali ini saya membahas tentaang teori dasar motor bakar. Tentang prinisp kerja motor bakar, komponen utama pada motor bakar serta fungsi – fungsi dari komponen motor bakar. Jika kamu belum mengetahuinya simak penjelasan saya berikut ini. Kita awali pemnbahasan kali ini dengan komponen utama pada motor bakar.

Komponen Utama Motor Bakar

Mesin motor akan hidup dan bergerak jika terdapat komponen utama padaa motor bakar dan juga sistem pengapian. Hal ini dikarenakan mesin membutuhkan pengapian, bahan bakar dan kompresi agar mesin tersebut bisa hidup. Sedangkan Komponen utama pada motor bakar piston meliputi ruang bakar, mekanisme pengubah gerakan dan sistem pasok bahan bakar.

Ruang bakar

Komponen yang membentuk ruang bakar yaitu:

  • Torak ( Piston ) adalah komponen yang melakukan gerakan bolak-balik – Silinder adalah komponen temoat gerakan piston dan membentuk ruang bakar.
  • Kepala silinder ( cylinder head ) adalah komponen yang menutup ruang bakar sehingga tidak bocor.
  • Blok silinder (cylinder block ) adalah tempat dudukan silinder.

Mekanisme pengubah gerakan

  • Batang torak ( conecting rod ) untuk meneruskan gerakan piston.
  • Poros engkol ( crank shaft ) untuk merubah balik piston menjadi gerak putar.

Sistem pasok bahan bakar

  • Pompa bahan bakar.
  • Karburator untuk motor bensin.
  • Pompa injeksi untuk motor Diesel.

Ukuran Utama Dalam Motor Bakar

Suatu kendaraan bermotor biasanya dinilai kemampuan kerjanya dari ukuran mesinya yaitu

Volume Langkah ( Displecement )

Adalah volume yang terbentuk didalam silinder saat piston berada pada titik mati atas TMA dan titik mati bawah TMB atau VL – (n.D 2/4) x L

  • VL = volume langkah
  • D = diameter silinder
  • L = panjang langkah dari TMA ke TMB

Rasio Kompresi ( Compression Ratio )

Adalah perbandingan volumetris antara isi silinder saat piston berada di’ TMA dan di TMB.

Daya Kuda ( Horse Power )

Adalah daya maksimum yang dihasilkan mesin diukur dengan dynamometer dalan satuan hp. Dimana : 1 hp – 746 watt 75 kg.m / detik

Torsi Maksimum

Adalah momen putar yang dihasilkan mesin diukur dalam satuan N.m atau lbf.ft.

Prinsip Kerja Motor Bakar

Supaya motor bakar dapat bekerja, piston harus melakukan empat langkah secara berurutan dan teratur yaitu:

  • Langkah Isap ( Suction Stroke ) Piston bergerak dari titik mati atas TMA menuju titik mati bawah TMB sehingga ruang bakar menjadi vacum dan menghisap adara dan bahan bakar dari luar.
  • Langkah Kompresi ( Compression Stroke ) Piston bergerak dari TMB menuju TMA diman campuran udara dan bahan bakar dimampatkan. Ini bertujuan supaya daya yang dihasilkan mesin besar.
  • Langkah Kerja ( Power Stroke ) Terjadi proses pembakaran campuran udara dan bahan bakar sehingga timbul tekanan yang tinngi. Piston terdorong oleh gas pembakaran dari TMA menuju TMB, dorongan inilah yang dimanfaatkan sebagai penggerak mesin.
  • Langkah Pembuangan ( Exhause Stroke) Gas sisa pembakaran didorong keluar oleh gerakan piston dari TMB menuju TMA keluar melalui lubang buang dan siap mulai dengan Jangkah selanjutnya.

Kesimpulan

Dari apa yang saya jelaskam diatas bisa disimpulkan bahwa gerak mesin membutuhkan komponen utama pada mesin bakar. Meskipun kerja gerak mesin masih membutuhkan sistem pengapian. Namun komponen utama pada mesin juga perlu untuk kjita pelajari. Itulah penjelasan singkat saya mengenai teori dasar motor bakar. Semoga penjelasan saya kali ini bisa dipahami oleh pembaca setia blog ini.

Leave a Comment