penyebab oli motor cepat habis
Penyebab Oli Motor Cepat Habis dan Cara Mengatasinya (Ilustrasi)

Penyebab Oli Motor Cepat Habis – Oli atau pelumas pada mesin merupakan komponen yang vital. Komponen ini selain sebagai pelumas pada mesin, juga menjaga komponen lainnya mengalami korosi atau karatan, menjaga kebersihan mesin motor, dan sebagai pendingin agar suhu mesin lebih stabil.

Menjaga oli agar tetap baik dengan melakukan pergantian oli seara rutin adalah salah satu hal paling penting. Namun, dari beberapa pelanggan saya di bengkel. Banyak yang masih bertanya mengenai penyebab oli motor cepat habis, padahal pergantian oli sebelumnya tidak melebihi satu bulan.

Fungsi Pelumas / Oli Pada Mesin

Menurut laman Wikipedia, Semua jenis oli pada dasarnya sama. Yakni sebagai bahan pelumas agar mesin berjalan mulus dan bebas gangguan. Sekaligus berfungsi sebagai pendingin dan penyekat.

Oli mengandung lapisan-lapisan halus, berfungsi mencegah terjadinya benturan antar logam dengan logam komponen mesin seminimal mungkin, mencegah goresan atau keausan. Untuk beberapa keperluan tertentu, aplikasi khusus pada fungsi tertentu, oli dituntut memiliki sejumlah fungsi-fungsi tambahan. Baca : Cara Kerja Sistem Pelumasan Mesin 4 Tak

Mesin diesel misalnya, secara normal beroperasi pada kecepatan rendah tetapi memiliki temperatur yang lebih tinggi dibandingkan dengan Mesin bensin. Mesin diesel juga memiliki kondisi kondusif (peluang) yang lebih besar yang dapat menimbulkan oksidasi oli, penumpukan deposit dan perkaratan logam-logam bearing. Baca : Cara Kerja Sistem Pelumasan Motor 2 Tak

READ MORE :  4 Ciri Busi Harus Segera Diganti Agar Motor Tidak Sampai Mogok

Memeriksa Kondisi Oli Mesin

Memeriksa oli setiap minggu perlu dilakukan, karena dari cairan tersebut, kita bisa tahu apakah kendaraan layak digunakan atau tidak.

Memeriksa kondisi oli juga tidak memerlukan waktu yang lama. Kita cukup mencabut tongkat pemeriksa ketinggian oli (dipstick), yang biasanya terlihat jelas di mesin. Apa saja yang bisa dideteksi dari oli mesin?

Jika warna oli tidak jauh berbeda dengan saat pertama diisikan ke mesin (biasanya cenderung bening), maka artinya mesin dalam kondisi prima. Yang perlu Anda lakukan hanya menyalakan mesin dan pergi ke tujuan.

Namun, apabila oli berwarna hitam, itu artinya sudah waktunya ganti oli. Jika punya wadah penampung, Anda dapat melakukannya sendiri. Tapi jika tidak ingin repot, cukup bawa ke bengkel.

Oli berwarna putih atau seperti susu berarti ada air yang tercampur. Air dan oli bisa bercampur, akibat adanya lubang pada dinding pemisah di dalam mesin. Atau bisa juga lubang terbentuk di radiator, bila kendaraan memakai jenis satu radiator untuk mendinginkan air dan oli.

Apabila muncul bau bensin, maka ada kemungkinan timbul masalah pada komponen di dalam mesin. Segera periksakan ke bengkel, karena mekanik yang bisa mengetahui komponen mana yang mungkin rusak.

Bila oli banyak berkurang, maka segera periksa lantai di bawah mobil. Jika tidak ada oli yang menetest, maka bisa jadi oli ikut terbakar bersama bensin. Tandanya yaitu muncul asap putih tebal dari knalpot.

Asap ini akibat rusaknya cincin piston atau katup tempat campuran BBM masuk ke ruang bakar. Bila ini dibiarkan, maka lama-kelamaan mesin akan rusak. Baca selengkapnya : pengertian, fungsi dan tujuan sistem pelumasan

Dampak Jika Oli Mesin Habis

Tak jarang pula terjadi keadaan dimana oli pada mesin benar-benar kering dan habis. Sampai pada akhirnya kinerja mobil / motor itu tak dapat dioperasikan dengan baik. Otomatis mesin motor / mobil akan mati karena oli yang mempunyai peran pula sebagai pendukung performa dari mesin tersebut. Tak hanya itu saja dampak yang terjadi, tetapi juga ada efek lainnya yang antara lain ialah:

  • Dari mesin yang mati maka operasional dari komponen lainnya tak berfungsi.
  • Kruk AS dan blok mesin bisa terluka dan akibatnya harus mengganti satu perangkat mesin agar operasional mobil / motor berjalan dengan baik lagi.
  • Terdapat beberapa resiko kerusakan hingga ketidakfungsian dari komponen mesin dan sekitarnya.
  • Area mesin berkarat dan nantinya tak layak pakai, jadinya harus diganti.
READ MORE :  15 Komponen Kepala Silinder Motor 4 Tak dan Fungsinya

Penyebab Oli Motor Cepat Habis

Nah, bagi kamu yang mengalami hal yang sama, berikut ini adalah penyebab oli motor cepat habis.

1. Seal Oli Bocor

Kebocoran pada seal oli bisa disebabkan oleh pengisian oli yang melebihi kapasitas dan umur dari seal oli itu sendiri.Hal ini akan menyebabkan

oil up ,yang mana oli meluber lewat lubang pernafasan ke filter udara dan ruang karburator.

Oli yang terbakar di ruang pembakaran akan membuat knalpot mengeluarkan asap putih.

Solusinya, pemasangan seal oli harus benar dan tepat. Sebelum dipasang pastikan seal oli tidak penyok karena dapat merubah diameter seal oli. Pastikan jumlah oli yang dimasukkan sesuai dengan takaran yang ditentukan. Hal ini juga berlaku untuk penggantian oli mesin,oli sokbeker serta transmisi.

2. Oli Jarang Diganti/Telat Ganti Oli

Oli yang sering dipakai akan berkurang karena penguapan. Disaat oli berada dibawah batas minimal, maka oli tidak dapat melindungi bagian-bagian mesin dengan maksimal dan dapat menyebabkan kerusakan yang cepat dan fatal pada komponen dalam motor.

Sebaiknya, oli diganti setiap 2.000 – 3.000 km permakaian.

3. Kekentalan Oli atau SAE yang Tidak Sesuai dengan Spesifikasi Mesin

Bila menggunakan oli yang lebih kental dari yang direkomendasikan, maka motor akan terasa lebih berat.

Sebaliknya, jika oli lebih encer dari yang direkomendasikan, maka motor akan terasa lebih ringan.

Repot juga ya bro, lalu seperti apa oli yang baik untuk motor kamu??

Sebaiknya gunakan oli sesuai dengan spesifikasi motor atau standar dari pabrikan. Ada baiknya juga untuk melihat buku pedoman dulu untuk mengetahui jenis oli yang dibutuhkan oleh mesin motor.

4. Piston dan Ring Piston Aus

Komponen ini terletak di dalam mesin dan bisa mengalami kerusakan seperti tergores, aus, dan kotor. Kerapatan ring piston berfungsi untuk mencegah terlalu banyaknya campuran bahan bakar udara yang masuk ke ruang oli.

READ MORE :  Setir Mobil Terlalu Ringan, Begini Solusinya

Bila ring piston aus, maka akan mengendur dan udara yang masuk ke ruang oli bisa menurunkan tekanan kompresi mesin. Sehingga menyebabkan motor mengeluarkan asap yang cukup banyak.

Jika rusak, maka solusi yang dapat dilakukan adalah overhaul.

5. Pemakaian Motor yang Tidak Normal

Mengendarai motor secara ugal-ugalan, full to fulll atau gaspoll rem blong,hehehehe, serta penggunaan throttle yang tak beraturan, dan stop go juga bisa membuat oli menguap dan berkurang.

Oli yang sering berkurang atau habis yang serig terjadi di motor kamu, sebaiknya segera dicarikan solusi kalau ingin motor kamu lebih awet dan gak berbuntut panjang hanya karena masalah oli mesin cepat habis. Sepele lho, tapi menyakitkan kalau dibiarkan. Seperti cintamu yang bertepuk sebelah tangan, lama-lama nyesek… Uppsss…

Semoga bermanfaat ya brooo!!