Beranda Materi Otomotif Penyebab Karburator Ngok yang Membuat Motor Tidak Bertenaga

Penyebab Karburator Ngok yang Membuat Motor Tidak Bertenaga

penyebab karburator ngok

Penyebab Karburator Ngok – Karburator merupakan peranti pencampur bahan bakar dan udara yang selanjutnya dialirkan ke bagian mesin atau ruang pembakaran. Nah… agar motor bisa memiliki performa yang maksimal dibutuhkan pencampuran bahan bakar dan udara yang pas.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa teknologi karburator sudah ditinggal oleh kebanyakan pabrikan motor. Fungsi dari karburator sudah diganti dengan sistem fuel injection (FI). Dimana teknologi ini menawarkan pencampuran bahan bakar dan udara yang lebih presisi (pas) sehingga mengurangi konsumsi bahan bakar dan imbasnya adalah motor menjadi lebih irit bahan bakar.

Baca Juga : Fungsi Karburator dan Komponennya + Cara Kerja

Karburator memang merupakan teknologi lawas dari motor atau bisa disebut teknologi konvesional. Namun, beberapa biker masih mempertahankan karburator dengan alasan bahwa karburator memiliki keunggulan dalam hal akselerasi dan kemudahan untuk di utak – atik.

Mengutak- atik karburator memang menjadi salah satu hal yang menarik terutama bagi biker yang suka dengan motor yang memiliki akselerasi dan top speed yang ciamik. Namun, merubah setelan atau mengganti karburator pada motor terkadang menimbulkan beberapa permasalahan baru. Merubah setelan dan mengganti karburator dengan corong karbu yang lebih besar memang merupakan langkah untuk mendongkrak kecepatan motor tanpa bore up.

Baca Juga : Cara Meningkatkan Performa Motor Tanpa Bore Up

Karena karburator sudah di utak – atik dan mengganti beberapa bagian seperti main jet, pilot jet, atau jarum biasanya menjadi penyebab mengalami masalah, salah satunya adalah karburator ngok.

Cara Kerja Karburator

Cara kerja dari karburator dimulai pada saat mesin dihidupkan. Saat mesin hidup, mesin mengisap udara luar masuk melalui karburator. Karena kecepatan udara yang memasuki spuyer kecil, maka tekanan udara di permukaan saluran masuk rendah. Sehingga bahan bakar yang memancar melalui spuyer kecil. Campuran bahan bakar dan udara akan menghasilkan gas yang nantinya akan dibakar di dalam silinder.

Baca Juga : Cara Kerja Karburator (Materi Karburator Lengkap)

Fungsi Karburator

Bahan bakar, pengapian dan kompresi yang bagus pada motor tidak akan berarti apa – apa jika tidak didukung oleh komponen bernama karburator. Karena bahan bakar dan udara yang sudah dicampur (dikabutkan) oleh karburator akan dikirim melalui manifold sebelum akhirnya dibakar dan dikompresi didalam ruang bakar. Untuk itu, fungsi karburator antara lain adalah :

  • Untuk mengatur udara dan bahan bakar ke dalam saluran isap.
  • Untuk mengatur perbandingan bahan bakar-udara pada berbagai beban kecepatan motor.
  • Mencampur bahan bakar dan udara secara merata.

Lalu, Apa yang Menjadi Penyebab Karburator Ngok?

Karburator ngok biasanya akan membuat laju motor seperti terhambat saat di gas. Umumnya, kejadian ini disebabkan suplai bahan bakar yang kurang dan terlalu kaya akan udara (Bahasa bengkelnya “kurang boros”). Namun, kejadian ini tidak menyebabkan motor breber saat putaran atas atau putaran bawah. Jadi motor hanya berat (gandoli).

Untuk mengetahui pasti penyebab karbu ngok, berikut ini beberapa bagian pada karburator yang bisa kamu cek.

1. Ukuran Main Jet Kekecilan

penyebab karbu ngok

Kalau kamu adalah biker yang suka oprek motor tentu paham ” jeroan” karburator. Seperti yang kamu ketahui, bahwa didalam karburator terdapat beberapa komponen. Salah satu komponen paling vital pada karburator adalah spuyer. Sedangkan spuyer sendiri terdapat dua macam yakni spuyer main jet dan spuyer pilot jet.

Kedua spuyer (baik main jet maupun pilot jet) memiliki peran masing – masing, namun saling melengkapi. Nah, dari kedua spuyer tersebut yang menyebabkan karbu ngok adalah spuyer main jet. Bisa jadi spuyer main jet yang kamu pakai terlalu kecil sehingga membuat debit udara dan bahan tidak seimbang (terlalu banyak udara).

Bagaimana jika tidak pernah mengganti main jet?

Ada kemungkinan main jet tersumbat oleh kotoran dari tangki bensin. Cek juga lubang kecil di dinding main jet apakah tersumbat atau tidak.

2. Jarum Skep Kebesaran

penyebab karburator ngok

Jarum skep dan main jet merupakan dua komponen karburator yang saling bersinggungan karena jarum skep berfungsi untuk mengatur buka tutup lubang main jet. Jika gas ditutup, maka jarum skep akan berada dibawah dan menutup lubang main jet. Namun jika gas ditarik, maka jarum skep akan terbuka dan membuka lubang main jet.

Jika jarum skep kebesaran tentu kasusnya mirip seperti kasus pertama. Tidak ada artinya jika kamu mengganti main jet dengan lubang yang lebih besar namun jarum skep terlalu besar. Coba untuk melakukan pengecekan pada jarum skep, karena kemugkinan jarum skep yang terlalu besar menjadi penyebab karburator ngok.

3. Lubang Venturi Kaburator Terlalu Besar

Bisa dibilang, menemukan setelan karburator yang pas memang susah susah gampang. Ingat, susahnya dua kali gampangnya satu kali. Jadi lebih banyak susahnya daripada gampangnya. Hehehehe.

Jika biker mengganti karburator dengan lubang venturi yang lebih besar tentu harapannya adalah tarikan motor akan lebih enteng. Namun ternyata ada beberapa biker yang mengalami kejadian karburator ngok saat melakukan pergantian karburator dengan lubang venturi yang lebih besar dari sebelumnya.

Terkadang biker lupa bahwa karburator membutuhkan keseimbangan antara lubang venturi, ukuran spuyer, ukuran jarum skep, debit bahan bakar didalam mangkuk dan setelan air screw juga harus pas.

Tidak ada untungya jika lubang venturi yang besar tapi tidak diimbangi dengan komponen – komponen lain pada karburator.

Karena secara logika, kalau venturi lebih besar maka debit udara yang masuk ke mesin menjadi lebih banyak. Dan ini, akan meningkatkan efisiensi volumetrik mesin. Hasilnya performa mesin akan lebih baik.

Tapi, proses pencampuran bensin didalam karbu itu menggunakan kevakuman. Dimana ketika kevakuman pada venturi lebih besar maka bensin yang keluar lebih banyak. Begitu pula sebaliknya.

Sementara itu kevakuman venturi dipengaruhi oleh kecepatan aliran udara didalam venturi, kalau udara yang mengalir lebih cepat maka kevakuman bisa lebih tinggi. Nah masalahnya, kalau ukuran venturi lebih besar maka akan menurunkan kecepatan venturi, sehingga kadar bensin malah berkurang dimana udaranya lebih banyak. Sehingga muncul gejala karbu ngok.

Solusinya, kalau anda mau mengganti ukuran venturi maka modifikasi juga bagian lainnya. Bisa dengan mengganti main jet lebih besar, atau dengan menambahkan pipa kecil sebagai venturi didalam venturi utama. Jadi seperti karburator mobil.

Itulah beberapa kemungkin yang bisa saja menjadi penyebab karburator ngok yang membuat motor kamu seperti hilang tenaga. Semoga artikel kali ini bisa memberi sedikit pencerahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here