motor injeksi vs motor kaburator
motor injeksi vs motor kaburator

Broooo… Kalian sudah punya motor injeksi belum ? Atau masih setia sama motor karburator ? Kalau saya pribadi, lebih suka motor karburator ketimbang motor injeksi. Dan jujur saja, kalau sampai detik ini saya gak punya motor yang menggunakan teknologi injeksi. Kenapa ? Karena gak punya duit buat beli… hehehehe… Bicara soal motor injeksi vs motor karburator, akan selalu menarik untuk dibahas. Sebenarnya apa saja sih kekurangan serta kelebihan dari motor injeksi dsn karburator ? Mari kita bahss secara maksimal.

Motor Injeksi vs Motor Karburator

Pasar otomotif sudah mulai beralih dari karburator ke injeksi nih brosist… Kalau say ingat – ingat kembali kapan motor karburator di produksi, saya jadi keinget motor terbaru desain klasik dari produk ternama Kawasaki.

Motor keluaran Kawasaki, yakni Kawasaki W175 yang membawa model klasik tidak menyertakan teknologi injeksi pada mesinnya. Tapi, saya rasa ini bukan karena Kawasaki ogah memakai teknologi injeksi, kelihatannya prabikan tersebut ingin tunggangan barunya yang memiliki desain klasik berasa lebih klasik lagi jika menggunakan karburator.

Perbedaan Mendasar Motor Karburator dan Motor Injeksi

Nah, jika kita membahas lebih jauh tentang perbedaan mendasar motor injeksi vs motor karburator, apa saja sebenarnya yang membedakan keduanya. Berikut ini merupakan perbedaan mendasar dari motor injeksi dan karburator yang pernah di lansir oleh viva.co.id

Motor dengan teknologi injeksi dikenal lebih irit bahan bakar dan ramah lingkungan. Penyebabnya, sistem injeksi lebih presisi mengatur bensin dibandingkan dengan karburator. Dengan begitu, lebih baik untuk efisiensi bahan bakar, dan menekan polusi gas buang kendaraan bermotor.

Sementara karburator, bensin disedot dengan pergerakan naik-turun piston. Jadi, berapa volume bensin yang dikeluarkan, tergantung dari pergerakan piston tersebut. Setidaknya karburator memiliki tiga penakar bensin yang disebut jet.

READ MORE :  Pengertian dan Cara Kerja Piggyback + Fungsinya

Jet memiliki ukuran lubang tempat bensin akan mengalir yang berbeda-beda. Semakin besar lubangnya, semakin banyak bensin yang dapat lewat.

Perbedaan mendasar karburator dan injeksi, tentu pada proses penghisapan bensin ke ruang bakar. Injeksi sudah menggunakan peranti elektronik seperti injektor yang tugasnya menyemprotkan bensin ke ruang bakar. Sementara itu, karburator masih mengandalkan hisapan yang diperoleh dari pergerakan piston pada silinder.

Sementara persamaan dari karburator dan injeksi ialah, sama-sama berfungsi mencampurkan bahan bakar dengan udara untuk kemudian disalurkan ke dalam ruang bakar, hingga terjadi pembakaran pada mesin.

Pada injeksi, ada alat injektor yang mirip seperti keran bensin, dan dapat membuka dan menutup aliran bensin yang sudah bertekanan sesuai perintah dari ECU (Electronic Control Unit). Cara kerja injektor mirip seperti busi, yaitu mempunyai timing kapan dan berapa lama harus menyemprotkan bensin. Artinya lebih teratur, dan menyuplai sesuai dengan kebutuhan mesin.

Selain itu, pada sistem penyaluran bensin, sistem injeksi sudah menggunakan injektor secara elektronik. Sementara itu, untuk karburator masih menggunakan buka-tutup skep.

Namun dalam urusan tenaga, keduanya sama saja. Artinya, baik injeksi dan karburator tak berarti tenaga menjadi lebih unggul satu sama lain.