mengenal transmisi.jpg

Mengenal Transmisi : Materi Otomotif

Masbengkel.com, Mengenal Transmisi : Materi Otomotif – Putaran yang dihasilkan oleh mesin sebelum mencapai ban harus disesuaikan dengan kebutuhan terlebih dahulu. Pada saat kendaraan start atau mendukung beban yang berat maka kendaraan tersebut membutuhkan torsi yang besar. Sebaliknya apabila kendaraan tersebut hendak melaju di jalan bebas dengan kecepatan tinggi maka yang dibutuhkan bukanlah torsi yang besar melainkan putaran yang tinggi pada rodanya.

Putaran tinggi dan torsi yang besar bersumber dari mesin. Sedangkan besarnya torsi maksimum mesin tidaklah sebesar yang dibutuhkan kendaraan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu sistem yang mampu memperbesar torsi dengan jalan memperkecil putaran mesin (misalnya pada saat start) dan kemudian mengembalikan putaran mesin bila kendaraan sudah berjalan.

  1. Torsi yang dibutuhkan kendaraan
  2. Torsi yang dihasilkan mesin
  3. Torai yang didapat setelah melalui sistem transmisi

Mengenal Transmisi Pada Bidang Otomotif

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut digunakan sistem transmisi. Transisi memvariasikan kecepatan putaran mesin yang sampai ke roda dengan menggunakan perbandingan gigi. Sehingga didapat karakteristik yang hampir sama dengan yang dibutuhkan kendaraan. Sistem transmisi mempunyai fungsi

  1. Mengatur putaran mesin ke roda
  2. Memperbesar momen
  3. mempertinggi kecepatan
  4. mengubah arah putaran mesin (Gigi mundur)

 

Dengan sistem transmisi ini maka kecepatan putar mesin akan diturunkan secara bertingkat untuk memperhalus perpindahannya. (Masbengkel.com tentang Mengenal Transmisi)

Jenis-jenis kopling

Secara garis besar transmisi pada dibedakan atas :

  1. Transmisi manual _ Bliding mesh dan constant mesh
  2. sinkron mesh _ Transmisi otomatis, Tipe fluida dan Tipe elektris

Pada materi ini akan coba dijelaskan sinkronmes (syncronmesh transmition) mengenai transmisi dengan yang umum digunakan pada transmisi manual.

Bagian-bagian utama syncromesh

  1. Clutch hub – berkaitan dengan output shaft pada alur-alurnya.
  2. Clutch hub sleeve – Berkaitan dengan bagian luar (spline). Dilengkapi dengan alur bagian luar untuk garpu pengatur (shift fork).
  3. Ring-ring sinkronmes (synchronizer ring) – Di samping bagian gigi-gigi yang tirus pada output shaft.
  4. Baji sinkronnes (synerhonmesh shifting key) – Dipasangkan di tiga tempat di bagian luar diameter clutch hub ditekan oleh pegas-pegas ke hub sleeve.

Gigi-gigi percepatan dan counter gear pada transmisi menggunakan helical gear (roda gigi miring) kecuali pada pasangan gigi mundur menggunakan spur gear (roda gigi lurus). Dalam keadaan netral, gigi-gigi dalam keadaan perkaitan yang tetap dengan gigi susun (counter gear) tetapi berputar bebas pada output shaft. Output shaft, plutoh hub, dan clutch hub sleeve masing-masing beralur dengan demikian semuanya dapat berputar sama. Ring-ring sinkronmes berada dalam keadaan bebas tetapi ujung-ujung shifting key ditempatkan pada 3 tempat dari tiap-tiap ring.

Bila gigi-gigi berhubungan

  1. Bila tuas pengatur didorong menurut arah panah, clutch hub dan shifting key akan berkaitan pada bagian yang menonjol di bagian tengahnya dengan demikian tenaga akan pindah ke shifting key. Kemudian shifting key akan mendorong synchronizer ring pada gigi tirus (cone gear) yang mana gigi-gigi ini mulai cepat putarannya. Dalan waktu yang bersamaan synchronizer ring akan ditarik oleh gigi dengan demikian clutch hub dan synchronizer ring akani saling berhadapan satu dengan lainnya dengan bagian-bagian yang menonjol keluar dari jajaran.
  2. Bila shift lever kita dorong sedikit keras, clutch digeserkan lebih lanjut, maka clutch akan bebas (tidak berkaitan) dengan shifting key. Synchronizer ring juga selanjutnya akan diseret dan mengakibatkan clutch hub dat synchronizer ring saling mendorong dengan kuat (gambar 9). Selama tenaga dipindahkan gigi ketiga akan bertambah putarannya, hingga akhirnya clutch hub dan gigi ketiga berada pada kecepatan yang sama.
  3. Bila tuas pengatur didorong lebih lanjut dan clutch hub telah disinkronkan dengan gigi ketiga, synchronizer menjadi bebas dalan arah putarannya. Clutch hub telah berkaitan dengan gigi ketiga. Tenaga berpindah dari mesin – kopling – input shaft main drive gear – counter gear – gigi tiga – clutch hub sleeve clutch hub – output shaft.
  4. Pada pasangan gigi mundur terdapat sebuah gigi lagi yang dinamakan idle gear. Seperti disebutkan tadi pasangan gigi pada gigi mundur (counter gear, idle gear, gigi percepatan) menggunakan roda gigi lurus. Hal ini karena pasangan gigi mundur tidak bertautan tetap seperti pada gigi maju. Pada gigi mundur dioperasikan maka idle gear akan berpindah di antara counter gear gigi mundur dan gigi percepatan Karena adanya idle gear inilah maka arah putaran input shaft akan berbeda dengan arah putaran output shaft. Dengan demikian tenaga berpindah dari mesin – kopling – input shaft – main gear – counter gear – idle gear clutch hub sleeve – output shaft.
  5. Pada posisi top gear clutch hub sleeve akan menghubungkan langsung main gear dengan clutch hub tanpa melalui counter gear. Sehingga perbandingan gigi yang terbentuk 1 : 1.

About Aditya Riyan

Admin dan Penulis Tunggal di Blog ini, Sekaligus Masih Aktif Menjadi Mekanik

Check Also

kopling pada kendaraan bermotor

Kopling Pada Kendaraan Bermotor (Mobil dan Motor)

Masbengkel.com, Mengenal Kopling Pada kendaraan Bermotor (Jenis Kopling, Prinsip kerja Kopling dan Cara Kerja Kopling) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *