Advertisement
Materi Otomotif

Jenis Rem Pada Sepeda Motor Berdasarkan Prinsip Kerja dan Pergerakkan

Advertisement

Kenyataannya, sistem rem merupakan salah satu sistem keselamatan dalam berkendara (baik mobil maupun motor). Jika membicarakan sistem rem sepeda motor, tentu terdapat dua jenis rem pada sepeda motor yang selama ini kita kenal dengan rem cakram dan rem tromol.

Rem cakram dan rem tromol merupakan rem yang berdasarkan cara kerja atau prinsip kerja. Namun, jenis rem pada sepeda motor juga dibedakan berdasarkan mekanisme penggerak. Apa saja?

Melalu artikel ini, saya akan membahas secara tuntas jensi rem pada sepeda motor berdasarkan prinsip kerja dan mekanisme penggerak.

Jenis Rem Sepeda Motor Berdasarkan Prinsip Kerja

Seperti yang sebutkan diatas bahwa pada jenis rem berdasarkan prinsip kerja, terdapat dua jenis yakni rem tromol dan rem cakram. Bagaimana cara kerja kedua jenis rem tersebut? Dan apa saja perbedaannya? Mari kita bahas!!

Rem Tromol

cara kerja rem tromol
Prinsip dan Cara Kerja Rem Tromol

Jenis rem ini termasuk jenis rem konvesional yang banyak dipakai pada motor – motor keluaran lama. Namun, rem tromol masih banyak dipakai pada sepeda motor keluaran terbaru untuk diaplikasikan pada rem belakang.

Cara kerja rem tromol sendiri merupakan sistem pengereman tertutup yang menggunakan komponen berupa mangkuk rem atau tromol rem yang didorong oleh dua sepatu rem ke arah luar untuk melakukan pengereman.

Advertisement

Pada sepeda motor, semua komponen rem tromol digerakkan dengan melalui mekanisme mekanik. Artinya, pergerakkan rem masih menggunakan sistem manual berupa kawat.

Rem Cakram

jenis rem pada sepeda motor

Jika kamu melihat sebuah piringan pada roda depan ataupun roda belakang sepeda motor, maka itulah yang disebut dengan rem cakram. Jenis rem ini merupakan jenis rem yang saat ini dipakai terutama pada rem bagian depan. Sedangkan pada sepeda motor denan kapasitas mesin 150cc atau diatasnya, rem depan maupun belakang sudah menggunakan sistem rem cakram.

Cara kerja rem cakram sendiri adalah sistem pengereman yang menggunakan sebuah piringan yang dijepit oleh dua buah kampas rem untuk melakukan pengereman. Artinya, ada sebuah piringan yang disebut disc brake atau cakram yang terhubung ke velg roda lalu diapit oleh dua buah kampas rem.

Baca Juga :

Perbedaan Rem Tromol dan Rem Cakram

Sudah jelas bahwa perbedaan cara kerja rem cakram dan rem tromol terdapat pada gaya pengereman. Jika pada rem tromol menggunakam gaya dorong, maka rem cakram menggunakan gaya jepit. Keduanya pun memiliki keunggulan dan kekurangannya masing – masing.

Advertisement

Kelebihan dan kekurangan rem tromol

Kelebihan rem tromol terletak pada brake power yang besar karena tapak rem yang lebar, sedangkan kekurangan rem tromol terletak pada responsifitas… Ketika digunakan, rem tromol tidak akan bisa langsung menghentikan kendaraan, dibutuhkan jarak agar sepeda motor benar – benar berhenti. Karena kelebihan yang dimiliki rem tromol, tidak salah jika jenis rem ini digunakan pada kendaraan besar seperti tronton maupun bus.

Kelebihan dan kekurangan rem cakram

Jenis rem memiliki kelebihan dalam hal responsifitas, tidak heran jika rem ini banhak digunakan pada motor sport atau motor yang memiliki kapasitas mesin 150cc keatas. Namun, kekurangan dari jenis rem adalah letaknya yang ada diluar sehingga mudah terkena kotoran dari luar serta komponen rem cakram kurang simpel jika dibandingkan rem tromol.

Jenis Rem Berdasarkan Mekanisme Penggerak

jelaskan jenis sistem rem berdasarkan komponen yang dioperasionalkan

Jika penjelasan diatas merupakan jenis rem dibedakan berdasarkan prinsip kerja, selanjutnya mari kita bahas mengenai jenis rem berdasarkan mekanisme penggerak.

Untuk jenis rem dibedakan berdasarkan mekanisme penggerak juga terdapat dua jenis, yakni rem hidrolik dan rem mekanik. Bagaimana cara kerja kedua jenis rem tersebut? Begini penjelasannya.

Rem Hidrolik

Rem hidrolik menggunakan prinsip hidrolik, yakni perpindahan fluida dimana fluida dalam hal ini minyak rem berfungsi sebagai media untuk memindahkan tekanan dari tuas rem menuju aktuator (kaliper rem). Kelebihan rem hidrolik ini ada pada perpindahan tenaga yang efektif. Karena fluida dapat memindahkan tenaga tanpa adanya hilang tenaga sedikitpun (kecuali kalau bocor).

Sehingga meski kita menekan tuas rem hanya setengah, rem akan aktif.

Rem Mekanik

Jenis rem mekanik merupakan jenis rem konvesional, namun masih banyak digunakan pada motor keluaran terbaru untuk diaplikasikan pada rem belakang.

Cara kerja rem mekanik sangatlah sederhana, ketika tuas atau pedal rem ditarik / diinjak maka kawat rem akan menarik penggerak rem dan membuat sepatu rem terbuka.

Pada motor matic misalnya, maka rem belakang masih digerakan menggunakan kawat. Memang penggerak mekanik ini masih mampu digunakan namun masih kalah responsif dengan penggerak hidrolik karena ada sedikit kerugian tenaga pada tipe ini, artinya tenaga akhir yang sampai ke aktuator rem bisa lebih kecil dibandingka tenaga awal yang kita beri untuk menekan tuas rem.

KESIMPULAN

Jika pada sepeda motor, jenis rem mekanik digunakan pada sistem rem tromol. Sedangkan jenis rem hidrolik digunakan pada sistem rem cakram. Perlu diketahui jika kedua jenis rem memiliki keunggulan dan kekurangannya masing – masing. Karena kelebihan kekurangan tersebut, pabrikan motor pun tidak asal pasang jenis rem pada sepeda motor yang mereka produksi.

Misalkan, kenapa rem tromol ditaruh dibelakang dan kenapa rem cakram ditaruh didepan. Dan kenapa juga sepeda motor berkapasitas mesin yang besar menggunakan sistem rem cakram dan menanggalkan sistem rem tromol. Tentu semua itu ada maksud dan tujuannya dengan perhitungan yang mantap.

Baiklah, itu saja yang bisa saya sampaikan mengenai jenis rem pada sepeda motor. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan.

Advertisement
Tags

Aditya Riyan

Admin dan Penulis Tunggal di Blog ini, Sekaligus Masih Aktif Menjadi Mekanik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close