Home / Materi Otomotif / Fungsi Komponen Utama Mesin 4 Tak Pada Motor
fungsi komponen utama mesin 4 tak
Fungsi Komponen Utama Mesin 4 Tak Pada Sepeda Motor

Fungsi Komponen Utama Mesin 4 Tak Pada Motor

Untuk mengurangi rasa tegang. Secangkir kopi pahit, camilan berupa kacang goreng dan sebungkus rokok menemani saya pada saat menulis artikel mengenai konstruksi dan fungsi komponen utama mesin 4 tak ini.

Berbicara mengenai Konstruksi dan Fungsi Komponen Utama Mesin 4 tak, tentunya akan berbeda dengan konstruksi dan fungsi komponen utama mesin 2 tak. Salah satu yang membedakan antara mesin 4 tak dan mesin 2 tak adalah jika mesin 4 tak memakai klep sebagai pengatur keluar masuknya bahan bakar, sedangkan pada mesin 2 tak mengandalkan lubang pada dinding silinder.

Perbedaan Mesin 2 Tak dan 4 Tak

Terdapat tiga hal utama yang membedakan antara mesin 2 tak dan 4 tak, yaitu langkah piston, efisiensi pembakaran serta sistem pelumasan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang perbedaan mesin 2 tak dan 4 tak, kamu bisa baca diartikel berikut Memahami Perbedaan Mesin 2 Tak dan 4 Tak

Bagi kamu yang belum tahu cara kerja sistem pelumasan mesin 2 tak dan 4 tak, baca juga artikel berikut Cara Kerja Sistem Pelumasan Mesin 4 Tak dan Cara Kerja Sistem Pelumasan Motor 2 Tak

Prinsip dan Cara Kerja Mesin 4 Tak

Saya sebelumnya pernah menulis tentang artikel yang membahas tetang prinsip dan cara kerja mesin 4 tak. Pada artikel tersebut saya menyertakan gambar animasi agar kamu bisa memahami setiap langkah dari proses kerja mesin 4 tak.

Nah, jika kamu belum mengenal atau belum tahu proses kerja mesin 4 tak, baca artikel berikut Cara Kerja Mesin 4 Tak Disertai Gambar Animasi

Konstruksi dan Fungsi Komponen Utama Mesin 4 Tak

Lalu, bagaimana Konstruksi mesin 4 tak dan apa saja Fungsi Komponen Mesin 4 tak? Simak Selengkapnya.

1. Cylinder Head / Kepala Silinder

Komponen motor 4 tak
Kepala Silinder Motor 4 Tak

Cylinder Head merupakan tempat dudukan klep masuk dan klep buang dan juga sebagai tempat ruang bakar. Posisi cam shaft, berada diantara klep dan digerakkan oleh rantai, Rocker arm terdapat pada cylinder head dan tertutup oleh penutup (cover) yang juga menutup camshaft.

Cylinder head terbuat dari aluminium, dimana “penuntun klep” dan “dudukan klep” terpasang fit dengan proses pemasangan yang sangat sempurna pada cylinder head. Tahan terhadap panas dan memiliki tingkat keausan yang tinggi.

Kepala silinder juga terdapat komponen didalamnya, baca artikel berikut 15 Komponen Kepala Silinder Motor 4 Tak dan Fungsinya

2. Klep / Valve / Katup

Komponen motor 4 tak
Klep Motor 4 Tak

Klep masuk dan klep buang berbentuk cendawan (mushroom-shaped) dan disebut “poppet valve”. Klep menerima tekanan dan panas yang sangat tinggi dan selalu bergerak naik-turun sehingga perlu kekuatan yang tinggi.

Tahan terhadap panas, gesekan dapat meneruskan panas dan juga harus berfungsi baik sebagai seal/lperapat dengan dudukan klep. Untuk ini klep terbuat dari baja spesial (nickel-chrome).

Klep in / Klep Pemasukan

Klep pemasukan menerima panas pembakaran, dan didinginkan oleh campuran gas yang mengalir masuk keruang bakar, sehingga klep mengalami pemuaian yang tidak merata, yang akan berakibat dapat mengurangi efektifitas kerapatan pada dudukan klep. Untuk meningkatkan efisiensi pemasukan, biasanya lubang pemasukan dibuat sebesar mungkin.

Klep Out / Klep Pembuangan

Klep pembuangan menerima tekanan panas jauh lebih tinggi. Hal ini tentunya akan mengurangi efektifitas kerapatan dan pada bagian dudukan klep mudah terjadi keausan. Untuk menghindari hal ini, maka kelonggaran klep (valve clearence) klep buang dibuat lebih lebar.

Pir Klep / Valve Spring

Per klep berfungsi untuk menekan klep agar dapat menutup dengan sempuma. Selain itu juga berfungsi untuk membuka dan menutup klep. Untuk menjamin kestabilan kerja pada putaran tinggi, per klep dibuat dengan kerenggangan lilitan yang berbeda. Hal ini untuk mengurangi getaran atau loncatan klep (valve surging).

Penuntun Klep / Nalve Guides dan Stem Seals

Valve guide/penuntun klep, terbuat dari chrome cast iron dan terpasang fit pada cylinder head sedangkan untuk pelumasannya dengan cara mengalirkan sedikit oli pada celah antara penuntun klep dan batang klep, selanjutnya oli akan turun ke ruang bakar. Untuk menjaga agar oli tidak berlebihan mengalir, pada bagian ujung penuntun klep terpasang “valve steam seal’ (seat klep) 

Rangkaian Gerak Klep / Valve Train

Rangkaian gerak klep/valve train, dapat diklasifikasikam berdasarkan jumlah klep dan posisi camshaft dalam mesin sepeda motor. Over Head Valve (O.H.V), Single Overhead Camshaft (S O.H.C) dan Double Over Head Camshaft (D.O.H.C) semua digerakkan oleh rantai penggerak. Ada juga beberapa model yang digerakkan oleh gear. Sistim penggerak ini terdiri dari Camshaft, Cam Sprocket, Cam Chain, Roker Arm, dan Chain Tensioner.

*Jumlah Klep

Pada umumnya satu cylinder memakai satu klep masuk dan satu klep buang sedangkan untuk menaikkan tenaga mesin, dengan menambah lebar lubang masuk dan lubang buang sebesar mungkin tapi akan berakibat, nilai muai yang tidak memungkinkan dan juga harus dipikirkan ruang pembakaran yang sempit. Jadi untuk memperluas lubang masuk dan buang, dibuatkan tipe 4 klep , 3 klep dan 5 klep. tipe ini dipakai pada mesin-mesin balap yang dikombinasikan dengan sistim penggerak DOHC.

3. Camshafts, Cam sprockets, Rantai / Chains, Rocker Arms

  • Camshaft terbuat dari besi tuang dengan ketahanan aus yang tinggi. jumlah Cam disesuaikan dengan banyaknya klep. Terbuka dan tertutupnya klep dilakukan oleh rocker arm. Permukaan bentuk cam yang oval, menyentuh rocker arm. dan ujung yang lain menekan ujung klep. Profil dan posisi cam, mempengaruhi saat buka dan tutup klep.
  • Camshaft terpasang dan terintegrasi dengan camsprocket yang digerakkan oleh crankshaft melalui rantai/chain. sehingga putaran crankshaft dapat diteruskan ke cam sprocket. Saat buka dan tutup klep (valve timing) harus sesuai dengan crank shaft (posisi piston). Jumlah gigi pada cam sprocket dua kali jumlah gigi pada Crank shaft. Sehingga jumlah putaran cam sprocket dan Crank Shaft satu dibanding dua.
  • Rocker arm terpasang dengan sebuah as dan terdapat pada bagian cylinder head, dan digerakkan oleh cam untuk membuka dan menutup klep kelonggaran antara ujung rocker arm dan ujung klep disebut “Valve Clearence”. Kelonggaran ini dapat disetel dengan memutar baut penyetel. 

*Mesin DOHC menggunakan dua camshaft yang dipakai untuk menggerakkan masing-masing klep masuk dan klep buang yang digerakkan oleh rantai. Perbandingan putaran dengan crankshaft adalah 2 Ada juga beberapa tipe SOHC, dimana klep langsung ditekan oleh Valve lifter” yang terpasang diujung valve steam. Sedangkan yang menggunakan Rocker Arm memudahkan penyetelan.

4. Setelan Rantai / Chain Tensioner

Setelan rantai/chain tensioner berfungsi menjaga kekencangan rantai berubah-ubah (kendor-kencang), akan berpengaruh pada putaran mesin, valve timing (saat buka-tutup klep) dan saat pengapian juga akan berubah, dan akan timbul suara berisik (noise) untuk itu, Chain tension sangat penting berfungsi menjaga kekencangan rantai dengan tepat. Ada tiga macam tipe setelan rantai.

Tipe setelan manual / Manual adjustment

Tipe penyetelan manual, memerlukan penyetelan kekencangan secara berkala. Cara penye telannya dengan cara menekan batang penekan. Jika setelan kurang tepat, akan mempengaruhi putaran mesin. Jika terlalu kencang, putaran mesin akan berat. Jika terlalu kendor, akan timbul suara berisik. seperti dijelaskan diatas.

Setelan otomatis / Automatic adjustment

Jika chain guide (karet) melengkung, karet akan menekan rantai, sehingga rantai mengalami penegangan. Selanjutnya chain guide akan menjaga kekencangan rantai jika rantai mengalami kekendoran, secara otomatis batang penekan akan menekan chain guide. Selanjutnya batang penekan yang berbentuk rachet bergerak searah dan tidak akan kembali dan tidak perlu penyetelan.

Tipe Semi otomatis / Semi-automatic adjustment

Jika baut pengunci dilepas, batang penekan akan masuk kedalam karena tekanan per. Selanjutnya ketegangan rantai secara otomatis menyetel sendiri.

5. Cylinder Body / Silinder Blok

Cylinder body terbuat dari cetakan aluminium alloy. Sedangkan liner bagian dalam terbuat dari spesial cast iron. Tidak seperti cylinder mesin 2 tak, dinding cylinder mesin 4 tak, tidak terdapat lubang-lubang. Ada beberapa tipe yang pada salah satu lubang bautnya terdapat lubang saluran oli. Dimana lubang ini berhubungan dengan pompa oli. Agar oli dapat mengalir kebagian kepala cylinder.

6. Piston

Piston terbuat dari cetakan aluminium alloy. Material piston terdiri dari bahan yang bermutu tinggi dan menekankan pada kekuatan, penghantar panas yang baik, ringan, dan nilai muai yang rendah. Berbeda dengan mesin 2 langkah, Piston memesin 4 langkah terdapat 3 alur tempat dudukan ring piston. dan pada bagian alur ring oli, terdapat lubang pelumas oli. Untuk menghindani sentuhan kepala piston dengan klep masuk dan buang, pada

saat posisi piston di TMA, dan klep pada saat terbuka maka, pada bagian kepala piston diberi grove/coakan.

7. Ring Piston

Ring piston mesin 4 langkah, terdiri dari 3 ring. Top ring (ring pertama), Second ring (ring kedua) yang berfugsi sebagai ring kompresi dan ring ketiga sebagai ring oli, fungsi ring oli adałah melumas oli dan juga mengikis oli yang terdapat pada dinding cylinder agar tidak masuk keruang bakar. Tipe dari ring oli bentuknya berbeda dibandingkan dengan 2 ring piston yang lain.

Ring oli terdiri dari 3 bagian, dimana pada bagian tengahnya berupa spacer yang bergelombang, yang dijepit atas bawah oleh side rail. Bentuk penampang ring kedua berbentuk tapered yang bertujuan membantu ring oli mengikis oli. Jika oli yang mengalir ke ruang bakar berlebihan, akan mengakibatkan konsumsi oli akan bertambah dan oli akan cepat berkurang.

8. Poros Engkol / Crankshafts

Untuk mesin satu cylinder, pada umumnya rangkaian poros engkol terpasang dalam satu rangkaian. Sedangkan untuk mesin cylinder banyak, rangkaian poros engkol terintegrasi dan terbuat dari baja spesial. Untuk menjaga agar poros engkol dapat berputar dengan lancar, poros engkol dibantu dengan connecting rod yang dihubungkan dengan crank pin dan Main bearing (metal) yang terpasang fit pada crankcase. Lubang oli pada crankcase berhubungan dengan lubang oli pada poros engkol yang berfungsi untuk melumasi bearing connecting rod ( big end).

9. Setang Piston / Connecting Rod

Connecting rod terbuat dari baja tuang spesial yang ringan dengan bentuk penampang “I”. Sedangkan Crankpin terintegrasi dengan poros engkol. sehingga Connecting rod dapat terpasang mengkopel pada crank pin dengan Mur dan Baut spesial terpasang pada ujung yang besar (big end) dan pada bagian ujung yang besar terpasang fit “metal plain beams” dan pada bagian ujung yang kecil terpasang bushing tembaga (copper alloy bushing).

10. Plain Bearing

Plain bearings dapat menopang beban yang berat dengan lapisan oli sebagai penahan permukaan gesek. Banyak mesin 4 langkah yang menggunakan Plain Bearing (metal) pada bagian crankshaft journal dan connecting rod. Pada umumnya metal bearing terbuat dari aluminium alloy atau magnesium alloy. Untuk menopang beban yang berat biasanya dilapisi “White metal” dan “Kelmet metal”. Bush “Small end” dan as transmisi journal menggunakan copper alloy bushing yang terpasang fit.

Lengkap dan jelas kan bro artikel Konstruksi dan Fungsi Komponen Utama Mesin 4 tak di atas. Silahkan tanyakan yang menurut kamu susah di pahami.

Semoga bermanfaat, brooo!!!

About Aditya Riyan

Admin dan Penulis Tunggal di Blog ini, Sekaligus Masih Aktif Menjadi Mekanik

Check Also

akibat oli mesin habis pada motor

Akibat Oli Mesin Habis Pada Motor, Turun Mesin!

MasBengkel.com – Tahu gak, apa fungsi pelumasan (oli) pada motor? Jika belum tahu, baca ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *