komponen sistem pengapian konvensional / platina
komponen sistem pengapian konvensional / platina

Gaeeessss… Mengingat kembali komponen sistem pengapian konvensional mengingatkan saya ketika awal – awal belajar menjadi mekanik. Terus terang saja waktu itu saya ogah – ogahan untuk belajar motor yang menggunakan pengapian konvensional. Alasan saya aras – arasen (malas) belajar pengapian konvensional adalah karena motor dengan sistem ini tidak lama lagi akan punah. Dan benar saja, tidak berapa lama munculah teknologi injeksi, yang membuat motor yang menggunakan pengapian konvensional semakin di tinggalkan.

Namun tetap saja, mengenal dan mempelajari sistem pengapian konvensional merupakan hal penting. Mengingat sistem ini menjadi tonggak sejarah dalam dunia otomotif.

Sistem pengapian konvensional merupakan sistem yang diperkenalkan sebelum sistem pengapian cdi. Sistem ini dianggap lebih rumit daripada sistem pengapian cdi. Atas alasan itu pula, asal motornya yang menggunakan pengapian konvensional banyak yang dirubah motornya menjadi pengapian cdi. Apa alasannya ?

Salah satu alasan paling umum adalah, pengapian konvensional setelannya sering berubah, dan perubahan ini membuat motor tidak bisa melaju dengan maksimal. Bandingkan dengan cara kerja sistem pengapian cdi yang tidak perlu melakukan peyetelan secara berkala.

Bagi brosist yang belum pernah tahu soal sistem pengapian konvensional, berikut ini merupakan komponen sistem pengapian konvensional untuk menunjang kinerja dari sistem tersebut.

Komponen Sistem Pengapian Konvensional dan Fungsinya

Terdapat beberapa komponen sistem pengapian konvesional, antara lain :

  • Baterai / accu
  • Kunci kontak
  • Ignition coil / koil pengapian
  • Kabel tegangam tinggi
  • Platina
  • Kondensor
  • Distributor
  • Busi

Batrei / accu

Siapa yang tidak mengenal komponen yang satu ini. Batrei / accu merupakan sumber energi listrik dari semua sistem kelistrikan pada motor. Selain itu, baterai juga merupakan komponen penyimpan arus listrik.

READ MORE :  Posisi Top Noken As Satria FU Paling Benar

Kunci kontak

Kunci kontak berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan listrik pada rangkaian atau mematikan dan menghidupkan sistem. Kunci kontak pada kendaraan memiliki 3 atau lebih terminal.

Koil pengapian

Koil pengapian berfungsi sebagai step up trafo, yaitu menaikan tegangan dari tegangan baterai 12 Volt menjadi tegangan tinggi lebih dari 15.000 Volt. Koil pengapian terdiri dari: inti besi lunak, primer koil, sekunder koil, rumah koil dan terminal koil.

Distributor

Distributor berfungsi untuk mendistribusikan induksi tegangan tinggi sekunder koil ke busi sesuai dengan urutan pengapian motor atau FO (firing order).
Distributor merupakan tempat sebagian besar sistem pengapian. Komponen yang ada pada distributor antara lain: platina (kontak breaker), kondensor, nok kontak pemutus arus, centrifugal advancer, vacum advancer, rotor distributor dan tutup distributor. 

Kabel tegangan tinggi

Kabel tegangan tinggi berfungsi untuk menyalurkan arus listrik tegangan tinggi hasil induksi sekunder koil ke busi. Tegangan yang dialirkan sebesar 15.000 volt sampai 30.000 volt.

Kabel tegangan tinggi terdiri dari tembaga yang diisolasi dengan karet silikon, karena arus yang mengalir tegangannya sangat tinggi maka isolatornya sangat tebal.

Platina

Platina pada sistem pengapian berfungsi untuk menghubungkan dan memutus arus primer koil ke massa agar menimbulkan induksi tegangan tinggi pada kumparan sekunder koil.

Kondensor

Kondensor pada sistem pengapian berfungsi untuk mencegah terjadinya loncatan bunga api pada celah platina ketika platina mulai membuka. Selain itu, kondensor juga berfungsi untuk mempercepat pemutusan arus primer koil sehingga perubahan medan magnet pada koil juga akan menjadi lebih cepat. Karena perubahan medan magnet cepat maka induksi tegangan tinggi yang ditimbulkan pada kumparan sekunder koil akan menjadi tinggi.

Busi

Busi berfungsi memercikan bunga api untuk membakar campuran bahan bakar di ruang bakar pada saat dialiri arus listrik tegangan tinggi. Percikan bunga api terjadi di celah antara elektroda tengah dengan elektroda massa, percikan tersebut terjadi akibat loncatan arus tegangan tinggi dari elektroda tengah ke elektroda massa.

READ MORE :  Aki Motor Cepat Tekor, Ketahui Penyebab dan Solusinya

Demikian artikel singkat komponen sistem pengapian konvensional (platina). Semoga bermanfaat. Baca juga semua artikel yang berhubungan dengan materi sistem pengapian yang lain.