7 Penyebab Setir Mobil Berat + Cara Mudah Mengatasinya

Penyebab setir mobil berat – Jika saat mengendarai mobil, setir mobil berat dan tidak seperti biasanya dan disertai bunyi dan getaran, apakah hal tersebut normal? Tentu saja tidak!!! Karena seharusnya Power Steering bekerja secara lembut tanpa suara.

Jika ternyata mobil Anda mengalami setir yang berat dan disertai bunyi, maka Anda harus mengecek bagian Power Steering. Karena bisa saja terdapat masalah pada pompa Power Steering atau pada komponen pendukung sistem setir yang lain. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas penyebab setir mobil yang berat, berikut ini.

Penyebab dan Cara Mengatasi Setir Mobil yang Berat

penyebab setir mobil berat

1. Oli power steering kurang / sudah melewati masa pergantian

Power steering merupakan sistem yang menggunakan prinsip hidrolik sebagai pemindah tenaga. Maka pada sistem power steering memerlukan fluida / oli khusus yang bisa bertahan pada suhu yang tinggi dan tekanan yang tinggi.

Oli power steering sendiri menggunakan oli jenis ATF atau Automatic Transmission Fluid. Oli jenis ini biasanya digunakan untuk transmisi otomatis mobil. Hal ini dikarenakan, keduanya sama - sama bekerja dengan prinsip hidrolik. Maka tidak heran, jika oli transmisi matic digunakan untuk mengisi power steering mobil.

Penggunaan oli yang berlangsung lama akan membuat oli tersebut mengalami yang namanya degradasi. Proses ini cukup wajar terjadi, bukan hanya pada oli ATF saja. Oli mesin pun akan mengalami degradasi. Ketika sebuah oli mengalami degradasi, maka kemampuannya dalam melumasi bagian mesin akan berkurang.

Sehingga daya yang dihasilkan oleh pompa power steering tidak dapat disalurkan 100% ke steering rack. Hal ini yang membuat setir mobil berat.

Disamping faktor degradasi pada oli / minyak power steering, berkurangnya minyak power steering juga mempengaruhi terhadap kinerja dari pompa power steering. Jika oli kurang, otomatis tenaa yang disalurkan tidak bisa penuh.

Solusi dari permasalahan ini cukup mudah.. Cek kualitas minyak power steering, jika sudah hitam maka segera lakukan pergantian. Namun jika masih merah, cukup cek volumenya saja, isi kalau dirasa kurang. Umumnya, pergantian oli power steering berkisar antara 25.000 - 30.000 Km.

2. Ban kempes atau gundul

penyebab setir mobil yang berat adalah

Beban / bobot pada mobil juga mempengaruhi kondisi setir mobil. Jika bobot mobil lebih berat, otomatis setir mobil juga menjadi lebih berat dikarenakan gaya tekan mobil menjadi lebih berat.

Namun gaya tekan mobil tidak hanya dipengaruhi oleh beban penumpang atau barang didalam mobil saja, lebar ban juga sangat mempengaruhi beban mobil. hal itu karena tapak ban yang lebih luas membuat luas penampang ban yang menyentuh permukaan jalan juga jadi lebih luas. Sehingga gaya tekan yang dihasilkan juga lebih besar.

Kondisi ban yang kempes akan mengakibatkan tapak ban menjadi lebih lebar, cukup pompa saja ban sesuai ukuran yang dianjurkan maka stir mobil akan kembali normal. Selain ban yang kempes, ban yang gundul juga bisa membuat tapak ban menjadi lebar. Maka, perhatikan dengan baik kondisi ban jika setir mobil ingin kembali normal.

3. Front Wheel Alignment (FWA) kurang tepat

masalah stir mobil berat

Mungkin Anda pernah melihat ternyata terdapat sedikit kemiringan pada bagian roda mobil Anda. Biasanya adalah bagian bawah roda lebih keluar daripada bagian atas. Inilah yang disebut dengan FWA atau Front Wheel Alignment.

Seiring dengan penggunaan mobil, FWA akan berubah. Karena faktor pemakaian dan ban yang sudah terkikis. Sehingga FWA tidak hanya dilakukan sekali, tapi jika ada gejala seperti setir mpbio berat atau setir mobil yang tidak bisa kembali ke tengah secara otomatis, itu tandanya FWA mobil Anda mulai kacau.

Solusinya, anda perlu pergi ke tempat balancing roda. Di sini, anda akan menemukan beberapa proses service terkait sudut roda depan dan penyeimbangan roda mobil yang dikenal dengan sebutan spooring balancing.

4. Long tie rod rusak

penyebab stir mobil berat

Biasa disebut juga dengan inner tie rod. long tie rod merupakan sebuah batang besi yang menghubungkan output dari rack steer ke steer knucle. Terdapat sebuah ball joint pada bagian ujung inner tie rod yang dipergunakan sebagai engsel. Sehingga mampu menggerakan steering knucle meski suspensi mobil tengah bergejolak.

Permasalahan pada inner tie rod ini biasanya menyerang pada bagian ball joint yang dimaksud. Apabila ball joint mulai oblak, maka stir akan timbul gejala seperti getar, bunyi ketika dibelokan, bahkan berat sebelah.

Untuk masalah ini, solusinya Anda tidak perlu mengganti satu set rack steer. Anda cukup mengganti satu unit inner tie rod (ada dua inner tie rod, kanan dan kiri).

5. Steering rack mengalami kerusakan

penyebab setir mobil yang berat

Steering rack dalam sistem power steering hidrolik mempunyai peran yang cukup penting, karena disinilah proses powering dilakukan. Didalam steering rack terdapat beberapa komponen seperti rack gear, rack seal, dan pinion gear.

Setidaknya ada tiga buah seal dalam rack gear, yakni left seal, right seal, dan center seal. Left seal dan right seal akan bergerak mengikuti pergerakan rack gear. Sementara center seal posisinya diam.

Diantara seal-seal inilah oli power steering dihubungkan. Sehingga ketika salah satu seal mengalami kebocoran, otomatis tekanan hidrolik dari pompa power steering akan drop. Hasilnya setir bisa berat sebelah bahkan berat kedua arah.

Untuk masalah ini, tergolong masalah berat. Meski hanya masalah seal, namun tidak ada bengkel yang mau hanya mengganti seal didalam steering rack. Karena selain prosesnya lebih rumit, seal pengganti ini juga umumnya tidak dijual. Jadi satu-satunya jalan anda harus mengganti satu set steering rack.

6. Tekanan pompa power steering lemah

Berat ringannya putaran kemudi, sangat dipengaruhi oleh tekanan hidrolik yang dihasilkan oleh pompa power steering. Sementara penghasil tekanan power steering itu diperoleh dari pompa power steering.

Pompa ini terletak pada mesin bagian depan, karena pulley pompa digerakan oleh pulley mesin melalui sebuah v bel. Pompa ini juga bisa mengalami kerusakan, yang menyebabkan tekanan output dari pompa turun. Sehingga setir akan lebih berat.

Cara mengatasinya, Anda cukup mengganti pompa tersebut dengan yang baru.

7. V belt putus

Seperti yang kita singgung diatas, pompa power steering digerakan oleh pulley mesin melalui sebuah v belt. Umumnya V belt ini terbuat dari bahan karet, sehingga saat diletakan pada pulley berbahan logam tidak akan selip.

Namun terkadang ada material lain yang mengganggu, misal ceceran oli. Ceceran oli ini sering ditemukan seusai melakukan penggantian oli mesin, kalau oli ini membasahi permukaan pulley atau V belt maka koneksi V belt dengan pulley akan lebih licin.

Hal tersebut memicu V belt untuk putus. Kalau v belt putus, semua komponen pendukung mesin seperti altenator, kompresor AC dan pompa power steering tidak akan berfungsi. Sehingga stir terasa berat, aki drop dan suhu kabin akan terasa panas.

Solusinya, cukup mudah. Anda tinggal mengganti v belt yang putus. Namun sebelum memasang v belt baru, ada baiknya anda membersihkan pulley dari ceceran oli agar kejadian serupa tidak langsung terulang.

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan mengenai penyebab dan cara mengatasi setir mobil yang berat dan bunyi. Semoga bermanfaat.

2 Komentar untuk "7 Penyebab Setir Mobil Berat + Cara Mudah Mengatasinya"

  1. Trimakasih pak .
    Sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. Mobil saya entah oli power stering yg habis atau ban nya kempes yaa...soalnya terasa berat, setelah di cek memang ban nya kempes sih...tp ga tau juga soalnya uda lama belom pernah cek oli power steering

    BalasHapus

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel