6 Komponen Utama Sistem Pengapian Konvensional Beserta Fungsinya

Komponen Sistem Pengapian Konvensional – Rangkaian sistem pengapian merupakan sistem yang menunjang sistem pembakaran pada ruang bakar melalui perantara busi. Percikan dari busi merupakan bagian akhir dari proses sistem pengapian. Adapun sistem pengapian terdapat beberapa sistem. Salah satunya adalah sistem pengapian konvensional / platina.

Namun, sistem pengapian konvensional sudah tidak lagi dipakai, digantikan oleh sistem pengapian CDI. Namun sistem pengapian CDI, saat ini sudah bergeser ke sistem ECU / ECM.

Meskipun sistem pengapian konvensional sudah tidak lagi dipakai / diproduksi. Namun tidak ada salahnya bagi kamu untuk mengetahui sedikit informasi mengenai sistem pengapian konvensional. Untuk informasi kali ini, saya ingin memberitahukan tentang komponen sistem pengapian konvensional.

Komponen Sistem Pengapian Konvensional + Fungsinya

Terdapat 5 komponen utama sistem pengapian konvensional (platina), antara lain :
  • Baterai
  • Kunci Kontak
  • Ignition Coil / Koil Pengapian
  • Distributor
  • Busi

Berikut ini merupakan penjelasan fungsi dari kompone - komponen tersebut.

1. Baterai / accu

komponen sistem pengapian konvensional

Baterai / accu / aki merupakan sumber energi listrik. Dan, berfungsi untuk menyimpan arus listrik.

2. Kunci kontak

Kunci kontak berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan listrik pada rangkaian atau mematikan dan menghidupkan sistem. Kunci kontak pada kendaraan memiliki 3 atau lebih terminal.

SIMAK JUGA BRO :


Terminal utama pada kontak adalah terminal B atau AM dihubungkan ke baterai, Terminal IG dihubungkan ke (+) koil pengapian dan beban lain yang membutuhkan, terminal ST dihubungkan ke selenoid starter. Jika kunci kontak tersebut memiliki 4 terminal maka terminal yang ke 4 yaitu terminal ACC yang dihubungkan ke accesoris kendaraan, seperti: radio, tape dan lain-lainnya.

3. Ignition coil

Koil pengapian berfungsi sebagai step up trafo, yaitu menaikan tegangan dari tegangan baterai 12 Volt menjadi tegangan tinggi lebih dari 15.000 Volt. Koil pengapian terdiri dari: inti besi lunak, primer koil, sekunder koil, rumah koil dan terminal koil.

4. Distributor

Distributor berfungsi untuk mendistribusikan induksi tegangan tinggi sekunder koil ke busi sesuai dengan urutan pengapian motor atau FO (firing order).
Distributor merupakan tempat sebagian besar sistem pengapian. Komponen yang ada pada distributor antara lain: platina (kontak breaker), kondensor, nok kontak pemutus arus, centrifugal advancer, vacum advancer, rotor distributor dan tutup distributor.

5. Busi

Busi berfungsi memercikan bunga api untuk membakar campuran bahan bakar di ruang bakar pada saat dialiri arus listrik tegangan tinggi. Percikan bunga api terjadi di celah antara elektroda tengah dengan elektroda massa, percikan tersebut terjadi akibat loncatan arus tegangan tinggi dari elektroda tengah ke elektroda massa.

6. Kabel tegangan tinggi

Kabel tegangan tinggi berfungsi untuk menyalurkan arus listrik tegangan tinggi hasil induksi sekunder koil ke busi. Tegangan yang dialirkan sebesar 15.000 volt sampai 30.000 volt.

Kabel tegangan tinggi terdiri dari tembaga yang diisolasi dengan karet silikon, karena arus yang mengalir tegangannya sangat tinggi maka isolatornya sangat tebal.

Demikian artikel tentang komponen sistem pengapian konvensional, semoga menambah sedikit wawasan serta bermanfaat.

Daftarkan Email Anda Untuk Mendapatkan Berita Otomotif Terbaru

Belum ada Komentar untuk "6 Komponen Utama Sistem Pengapian Konvensional Beserta Fungsinya"

Posting Komentar

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel