Kelebihan dan Kekurangan Motor Injeksi Dibandingkan Motor Karburator

Masbengkel.com – Teknologi karburator sudah ditinggalkan, sebagai gantinya, motor keluaran terbaru menggunakan sistem FI / Teknologi injeksi. Dari beberapa kalangan pecinta dunia otomotif menilai, jika motor karburator masih memiliki keunggulan jika dibandingkan motor injeksi. Namun, terdapat kelebihan motor injeksi yang tidak dimiliki karburator. Kelebihan dan kekurangan motor injeksi memang masih menjadi perdebatan dikalangan pecinta otomotif.

Hal ini sering saya dengar dari perdebatan - perdebatan yang terjadi di bengkel saya maupun warung tempat nogkrong. Entah karena memang masih peralihan teknologi atau karena memang teknologi karburator dan injeksi layak untuk diperdebatkan. Entah lah!

Melihat perdebatan yang terjadi di masyarakat, mengingatkan saya pada jaman peralihan mesin 2 tak ke mesin 4 tak. Meskipun, ketika saya sudah menekuni bidang otomotif. Pabrikan sudah tidak lagi memproduksi motor 2 tak, kecuali ninja 2 tak yang waktu masih diproduksi oleh brand Kawasaki. Namun saya masih merasakan peralihan teknologi tersebut 

Karena waktu itu, beberapa orang masih belum bisa move on dari motor 2 tak. Hal ini disebabkan karena akselerasi motor 2 tak lebih joss ketimbang motor 4 tak. Pun demikian, masyarakat tidak bisa melawan jaman. Mau tidak mau, motor 2 tak harus ditinggalkan. Meskipun begitu, masih banyak kok komunitas motor 2 tak yang bertebaran di seluruh Indonesia.

Yang jadi pertanyaan adalah akankah teknologi karburator ceritanya akan sama seperti motor 2 tak?? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Nah, bicara tentang kelebihan dan kekurangan motor berteknologi injeksi. Saya akan merangkumnya dari pengalaman saya sebagai mekanik motor dan dari beberapa obrolan yang terjadi di sesama penggiat otomotif maupun masyarakat umum. Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Simak artikel berikut.

Kelebihan dan Kekurangan Motor Injeksi


Untuk pembahasan pertama, kita akan memulai dulu dari kelebihan motor injeksi.

Kelebihan Motor Injeksi

kelemahan dan keunggulan motor injeksi

1. Motor injeksi lebih irit dibandingkan karburator

Teknologi injeksi pada mesin memiliki peran yang cukup penting dalam mendukung keiritan bahan bakar. Pada teknologi sebelumnya yakni karbu, bensin mengalir dari tangki ke ruang pelampung sebelum tersedot ke dalam venturi akibat perbedaan tekanan, hal ini sangat dipengaruhi setelan bensin yang kita set.

Sementara pada motor injeksi, bensin dari tangki langsung masuk ke injektor yang berada di dalam intake. Untuk volume bensin yang dikeluarkan juga sudah di atur oleh rangkaian sensor, sehingga kerugian bahan bakar yang terbuang itu akan minim. Hal ini akan mendukung penggunaan bahan bakar yang lebih irit.

2. Motor injeksi lebih bertenaga

Untuk yang satu ini, agaknya beberapa orang masih belum setuju dengan klaim bahwa motor injeksi lebih bertenaga jika dibandingkan motor karbu. Hal ini dibuktikan beberapa pengendara yang memasang alat bernama piggyback sebagai langkah untuk mendongkrak kecepatan motor injeksi. (Baca : cara dongkrak performa motor injeksi agar lebih bertenaga

Bagi kamu belum tahu mengenai piggyback, kamu bisa baca artikel yang pernah saya tulis berikut ini Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja Piggyback

Apapun itu, beberapa orang justru menganggap bahwa motor injeksi lebih bertenaga jika dibandingkan karburator. Meskipun saya sendiri kurang setuju untuk klaim ini.

3. Motor injeksi lebih efisien jika dibandingkan karburator

Karena teknologi ini mengurangi segala kerugian bahan bakar yang terbuang serta bisa menyesuaikan campuran bensin di segala kondisi maka hasilnya, secara keseluruhan akan lebih efisien. Tingkat efisiensi diperoleh ketika mesin bekerja dengan optimal dengan bahan bakar seminim mungkin, dan ini akan kamu temui pada motor-motor injeksi.

4. Motor injeksi minim perawatan

Minim perawatan bukan berarti tidak perlu di servis secara berkala seperti yang santer terdengar diluaran sana.

"Lapo motor injeksi di servis, nang bengkel yo gak di apak-apakno kok. Mek di semprot filter'e thok. Ganti oli ae wes cukup, gak usah di servis. (kenapa motor injeksi di servis, di bengkel juga cuma di semprot bagian filter saja. Ganti oli saja sudah cukup, tidak perlu di service)" Ungkap salah satu warga waktu saya nongkrong di warung kopi. Seketika saya sedikit tersenyum mendengar percakapan tersebut.

Kalau bicara perawatan, sebenarnya sama saja. Mungkin sebagai pemilik motor, tidak melihat mekanik melakukan pembongkaran layaknya motor karburator. Namun, bukan berati tidak di apa - apakan sama sekali. Sebagai mekanik tentu lebih paham, apa - apa saja / bagian mana saja yang perlu dan tidak perlu di perbaiki.

Jika hanya dilakukan penyemprotan pada bagian filter saja, artinya motor kamu tidak mengalami masalah. Perlu digaris bawahi, bahwa servis motor secara berkala tidak harus di bongkar, pemeriksaan pada motor juga termasuk sebagai servis berkala. Jadi, hal ini yang harus diluruskan.

Nah, jika sebelumnya kamu mempunyai pemikiran jika motor injeksi tidak perlu di servis, maka pikirkan baik - baik lagi. Hanya saja, frekuensinya tidak sependek motor karburator. Kamu bisa melakukan servis / pengecekan tiap 10.000 Km sekali.

5. Emisi lebih terjamin

Hal lain yang tak kalah menarik yakni urusan emisi, kita tahu bahwa mesin yang menggunakan pembakaran pasti meninggalkan residu berupa gas buang atau kita sebut emisi. Beberapa pakar menyebutkan zat yang terkandung pada gas buang kendaraan itu berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan.

Memang benar, hal itu karena proses pembakaran mesin menghasilkan gas CO dan biasanya disertai juga dengan NOx saat pembakaran kurang sempurna. Dalam jumlah besar gas ini bisa sangat berbahaya bagi manusia, tapi pada motor injeksi seperti yang kita utarakan sebelumnya bahwa teknologi ini bisa menyesuaikan campuran bensin sesuai kondisi mesin.

Tujuannya agar campuran ideal dan menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna pada setiap kondisi mesin, sehingga produksi gas NOx pada asap kendaraan akan minim. Hal inilah yang menyebabkan mesin mesin injeksi bisa meraih standar hingga EURO 4.

Kekurangan Motor Injeksi

kekurangan dan kelebihan motor injeksi

Setiap kelebihan selalu tersimpan kekurangan / kelemahan. Termasuk juga teknologi pada motor injeksi. Berikut kelemahan - kelamahan motor injeksi.

1. Perawatan motor injeksi lebih rumit dan mahal

Jika diatas saya menyinggung soal perawatan yang minim, maka jangan heran / kaget ketika saya menyebut kelemahan motor injeksi adalah perawatannya lebih rumit.

Meskipun minim perawatan, tapi sekali mendapatkan masalah pada motor, jangan terkaget - kaget ketika akan membayar ongkos / biaya servisnya.

Karena servis motor injeksi membutuhkan alat - alat khusus seperti injector cleaner, fuel pump gauge, dan diagnostic tool. Harga dari alat khusus tersebut sangat mahal. Dan bengkel tentu ingin balik modal, dong. Caranya dengan memberikan biaya perbaikan yang lebih mahal. Jadi, sebelum terjadi hal ini, sebaiknya rawat motor injeksi kamu secara rutin.

2. Sulitnya melakukan custom engine

Bagi yang suka kecepatan, custom engine merupakan langkah yang biasa dilakukan ketika motor masih menggunakan karburator. Mulai dari mengganti karburator, mengganti knalpot, mengganti spuyer, menganti cdi racing, dll.

Untuk motor injeksi, bahkan untuk menganti knalpot pun gak boleh asal - asalan, dibutuhkan trik / penyetalan ulang menggunakan sistem komputer. Jika tidak, biasanya motor akan menimbulkan masalah baru.

Setidaknya, karena faktor inilah, kenapa beberapa anak muda yang suka geber motornya dengan kecepatan tinggi masih bertahan dengan motor kaburator.

3. Komponen yang sangat mahal

Mari kita berandai - andai.

Motor karburator jika bensin tidak keluar / buntu. apa yang dilakukan?

Tentu saja mengganti filter bensin atau menguras tangki bensin.

Berapa biaya yang dikeluarkan?

Antara 20 - 50 ribu Rupiah, ini pun sudah termasuk biaya servisnya.

Bandingkan dengan motor injeksi yang bensinnya tidak mengalir.

Banyak faktor memang, namun yang sering terjadi adalah aki tekor dan fuel pump rusak.

Berapa biayanya?

Antara 200 - 700 ribu Rupiah!

Sangat mahal bukan.

Jadi, jika kamu memiliki motor matic injeksi, sebaiknya lakukan tips dan trik berikut agar kantong kamu tidak jebol. Tips Merawat Motor Matic Injeksi Agar Tidak Cepat Rusak.

4. Kondisi kelistrikan motor harus selalu optimal

Sistem injeksi sangat bergantung pada kondisi kelistrikan motor hal ini karena sistem ini menggunakan tenaga listrik untuk melakukan kinerjanya. Saat ada error pada baterai atau kelistrikan lain maka pembacaan sensor dan juga kontrol injeksi bisa ikut error.

KESIMPULAN

Saya sendiri lebih suka menggunakan motor karburator jika dibandingkan motor injeksi. Karena faktor akselerasi dan mudah di oprek mesinnya. Untuk motor injeksi sendiri, sebaiknya jangan terpengaruh dengan omongan orang yang mengatakan motor injeksi tidak perlu di servis seara rutin. Perlunya servis rutin secara berkala adalah untuk menghindari komponen yang rusak menjadi semakin parah. Daftar keunggulan dan kelemahan motor injeksi dibanding motor karbu diatas bisa kamu jadikan acuan untuk merawat dan menjaga motor injeksi kamu agar lebih awet dan tetap ngacir meskipun motor sudah dipakai selama bertahun - tahun.

Daftarkan Email Anda Untuk Mendapatkan Berita Otomotif Terbaru

Belum ada Komentar untuk "Kelebihan dan Kekurangan Motor Injeksi Dibandingkan Motor Karburator"

Posting Komentar

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel