Mengenal Cara Kerja Sistem Pelumasan Mesin 4 Tak

Masbengkel.com – Pada kenyataannya, mesin merupakan sekumpulan komponen – komponen dan sistem yang menunjang kinerja dari mesin agar berjalan dengan baik. Salah satu bagian penting pada mesin adalah sistem pelumasan.

Apa saja sistem pelumasan mesin 4 Tak?? Bagaimana cara kerja pelumasan mesin 4 Tak?? Dan Apa saja fungsi dari setiap komponen sistem pelumasan motor 4 Tak??? Melalui artikel ini, saya akan menerangkan tentang sistem, komponen, dan cara kerja pelumasan motor 4 Tak..

Sistem dan Cara Kerja Sistem Pelumasan Motor 4 Tak

sistem pelumasan motor 4 tak

Tidak seperti mesin 2 Tak, mesin 4 Tak mempunyai crankcase terpisah dari ruang pembakaran yang masing – masing tertutup. Ruang crankcase juga dipakai sebagai ruang transmisi. Oleh karena itu, poros engkol oleh oli yang sama untuk melumasi transmisi dan kopling.

BACA BRO : Kenali Cara Kerja Sistem Pelumasan Motor 2 Tak (2 Langkah) + Gambar Ilustrasi

Oli diberikan langsunh oleh pompa oli, adapun silinder dan piston dilumasi dengan cipratan yang melumasi crank pin dan connecting rod. Disisi lain, klep yang terpasang pada kepala silinder (cylinder head) dilumasi oleh oli dari pompa oli yang dialirkan terpisah kearah atas. Setelah melumasi cam dan klep, maka oli akan kembali jatuh ke penampungan oli (Terdapat dua sistem jalur sirkulasi oli dengan sistem tekan)

1. Sistem Pelumasan Basah

Oli mesin tersedia dibawah mesin dibagian crankcase. Dimana oli dipompa keatas disirkulasikan dengan tekanan. Sebagian lagi oli di berikan ke poros engkol dan sebagian di pompa keatas ke rangkaian gerak klep.

Dan sebagian oli pelumas dalam crankcase digunakan untuk melumasi dinding silinder melumasi piston dan ring piston dan kelebihan oli disapu kebawah oleh ring piston yang kemudian kembali ke crankcase.

Sebagian oli yang di pompa ke atas untuk melumasi camshaft dan rocker arm dan komponen – komponen klep, valve guide / penutup klep dan sebagian kecil mengalir ke ruang bakar .

Semua oli yang telah melumasi bagian – bagian tersebut akan kembali lagi ke crankcase, kopling dan transmisi dilumasi dengan cipratan oli dari bak oli atau tekanan pompa oli.

Kelebihan sistem pelumasan basah / wet sump

  1. Konstruksinya sangat sederhana, kecil kemingkinan terjadi ketidak fungsian dan perawatan yang mudah
  2. Waktu untuk pemanasan mesin sangat pendek
  3. Jika oli dalam bak oli berkurang, mudaj untuk mengontrol dan menambahkan oli jika perlu
  4. Sirkulasi oli lebih cepat hingga cepat mencuci tapi efisiensi pendinginan rendah

2. Sistem Pelumasan Kering

Oli ditampung terpisah dalam tangki oli dan disirkulasikan dengan tekanan pompa melalui saluran yang sama dengan sistem basah. Setelah melakukan pelumasan, oli kembali ke crankcase dan dialirkan kembali ke tangki oli oleh pompa. Adapun kopling dan transmisi dilumasi oleh cipratan oli yang mengalir kembali ke crankcase.

Catatan Perawatan ;

Oli diperiksa secara berkala, ditambah dan diganti

Mesin 4 Tak konsumsi olinya sangat sedikit. Konsumsi oli diakibatkan oleh : oli yang terbakar di dalam ruang pembakaran setelah melumasi penutupan klep (valve guide) dan batang klep dan sebagian cipratan oli ke dinding silinder yang tidak terkikis kebawah oleh ring, yang oleh kerna itu naik keruang pembakaram dan terbakar.

Oli tidak dapat dicuci kembali setelah dipakai melumasi. Konsumsi oli pada umumnya kira – kira 0,5 sampai 1 liter setelah menempuh jarak 5000-10.000 km. Jika konsumsi oli lebih dari 0,5 sampai 1 liter, komponen telah mengalami keausan dan mesin harus di servis kembali.
Oli yang sama juga dipakai dan disirkulasikan ke crankshaft, valve train, kopling dan transmisi oleh karena itu cepat menjadi kotor.

Jika motor masih baru, oli harus diganti setelah 1 bulan atau 500 km. dan untuk selanjutnya, oli harus diganti setiap 3000 km. Begitu juga volume oli harus diperiksa secara berkala.

Membersihkan atau mengganti filter oli

Sistem pelumasan mempunyai sistem saringan oli untuk menyaring debu, metal dan karbon pembakaran. Jika komponen – komponen tersebut sangat kotor, akan menghasilkan efisiensi penyaringan yang rendah. Oleh karena itu, tidak bagus untuk membersihkan oli yang sudah dipakai.

3. Pompa Oli / Oli Pump

Pompa oli digerakkan oleh putaran mesin dan memberikan oli kedalam mesin berdasarkan tekanan. Pada umumnya ada dua tipe pompa oli, yaitu Gear Pump, dan Trochoid Pump.

✓ Gear Pump

Dengan putaran dua buah gear, didalam rumah pompa. Oli disedot kedalam melalui lubang pemasukan dan keluar melalui lubang pengeluaran. Tipe ini mempunyai konstruksi yang sederhana dan tidak mudah rusak.

✓ Trochoid Pump

Tipe ini adalah salah satu dari jenis pompa rotor. Bagian dalam rotor (drive rotor) dan bagian luar (driven rotor) dalam satu hubungan. Dua rotor berputar dalam kecepatan yang berbeda, hal ini menyebabkan adanya perbedaan volume antara dua rotor yang menyebabkan oli akan mengalir kedalam dan keluar. Tipe ini banyak digunakan karena mempunyai banyak kelebihan dan mempunyai desain yang kompak.

4. Saringan Oli / Filter Oli

Oli mesin akan menjadi kotor karena serbuk besi dan karbon. Unsur – unsur ini dibawa oleh oli kedalam mesin, dengan demikian akan turut membantu tersumbatnya saluran oli. Untuk mencegah hal ini, saringan oli bertugas melepaskan kotoran yang terdapat didalam oli. Saringan oli / filter oli harus diganti secara berkala.

Demikianlah artikel kali ini yang membahas seputar Cara kerja pelumasan motor 4 tak. Semoga bermanfaat.

Bergabunglah Bersama Ribuan Orang Lainnya di Komunitas Kami. Ketik Alamat Email Anda Melalui Kolom Berikut :

Belum ada Komentar untuk "Mengenal Cara Kerja Sistem Pelumasan Mesin 4 Tak"

Posting Komentar

KAMI MOHON MAAF JIKA SETIAP KOMENTAR YANG MASUK AKAN DI MODERASI TERLEBIH DAHULU. KARENA KAMI MENGHINDARI HAL – HAL YANG TIDAK DI INGINKAN. TERIMA KASIH TELAH BERKOMENTAR.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel