Menarik Untuk di Ulas Kembali, Perbedaan Karburator Skep (Konvesional) VS Karburator Vakum

perbedaan karburator vakum vs karburator skep (konvesional)

Masbengkel.com – Perkembangan teknologi sepeda motor bukan hanya dari teknologi karburator yang beralih ke injeksi. Karburator juga sempat beberapa kali mengalami perombakan pada struktur dan sistem tanpa mengubah fungsi dan cara kerja karburator.

Salah satunya adalah keberadaan karburator vakum. Karburator tipe vakum ini lebih sering kita temui di motor matik era karburator.

Karburator dengan tipe vakum ini merupakan perbaikan dari karburator tipe skep konvensional, dimana pada karburator tipe vakum pergerakan skep bukan berdasarkan tarikan kabel gas tapi berdasarkan kevakuman pada mesin.

Lalu apa yang membedakan karburator konvesional vs karburator vakum?? Meskipun kedua teknologi karburator mungkin sudah tidak akan kita nikmati lagi kedepannya karena keberadaan teknologi injeksi, namun gak ada salahnya kan bro kalau kita mencoba membandingkan keduanya. Yuk ah bro, gak perlu basa-basi lagi. hehehehe.

Perbedaan Karburator Vakum dan Karburtor Konvesional

Sebagian besar beranggapan bahwa perbedaan karburator konvesional dengan karburator vakum hanya terletak pada skepnya saja. Lebih dari itu bro, masih ada beberapa bagian pada karburator vakum yang sistem kerjanya berbeda dengan karburator tipe skep konvensional, diantaranya :

1. Setelan angin (air screw) dan pilot screw (mixture screw)

Sudah bukan rahasia lagi kalau karburator konvesional memiliki baut setelan angin (air screw). Bagi yang lama berkecimpung dunia otomotif, tentu paham betul fungsi dari setelan angini ini.

Seperti yang kita tahu, Setelan angin atau airscrew berguna untuk mengatur banyak sedikitnya udara yang masuk untuk keperluan langsam /stationer.

Jika setelan angin dibuka, maka debit angin yang masuk lebih banyak sehingga campuran gas bakar yang masuk untuk keperluan langsam lebih kering, sementara jika setelan angin ditutup maka debit angin yang masuk ke ruang bakar pun lebih sedikit menyebabkan campuran gas bakar menjadi lebih basah.

Berbeda dengan karburator tipe vakum. Pada karburator vakum tidak ditemui air screw. namun digantikan oleh mixture screw atau disebut juga pilot screw.

Fungsi pilot screw bukan hanya mengatur udara saja, karena jalur pilot screw didalamnya ada jalur bypass dari lubang pilot jet juga, jadi kondisi ideal tidaknya campuran gas bakar (kering-pas-basah) didapat bukan dari perubahan bukaan pilot screw, tapi penggantian ukuran pilot air-jet pada bagian moncong karbu dan pilot jet.

BACA BRO: Kenali Jenis Oli Berdasarkan Kode Angka yang Tertera Pada Kemasannya

Penggantian pilot jet yang berukuran lebih besar akan menyebabkan campuran gas bakar menjadi basah, sementara penggantian piot air-jet dengan yang berukuran lebih besar akan menyebabkan campuran gas bakar menjadi kering, begitu pula sebaliknya.

Pilot screw berfungsi hanya sebagai “keran” saja, entah itu campuran pas atau tidak pas (karena penggantian ukuran pilot jet dan pilot air-jet), pilot screw hanya mengatur banyak sedikitnya debit gas bakar yang masuk ke dalam silinder.

Maka dari itu ditemui perbedaan dalam patokan standar setelan bukaan air screw dan pilot srew. Pada karbu tipe skep konvensional, bukaan air screw biasanya diatur antara 1 – 2 putaran.

Sementara itu pada karburator tipe vakum bukaan pilot screw biasanya dipatok antara 2,5 putaran keatas.

Sebagai mekanik, saya masih sering menemukan posisi pilot screw yang setelannya disamakan dengan karburator konvesional, sehingga motor menjadi berat saat top speed.

2. Setelan gas / stansioner / langsam

Pengaturan putaran mesin terendah yang dianjurkan saat kondisi throttle tidak dibuka biasanya diatur sistem pengatur stationer pada karburator.

Pada karburator tipe skep konvensional, pengatur langsam ini membuka atau mengangkat botol skep hingga ketinggian tertentu dan mengizinkan udara tertarik dari luar ke dalam silinder.

Celah bukaan skep ini yang membuat mesin dapat hidup dan berputar pada putaran mesin tertentu, tergantung dari besar kecilnya celah diantara skep dan lubang venturi, besar kecilnya celah ini diatur oleh mekanisme pengatur langsam.

Bagaimana dengan karburator tipe vakum??

Karena naik turunnya skep diatur oleh kevakuman pada mesin, karburato tipe vakum rasanya sangat sulit untuk menerapkan cara yang sama sepertu karburator tipe konvesional.

Ketika jalur venturi tertutup oleh mekanisme katup gas, jika katup gas dalam posisi tertutup penuh maka hisapan sebesar apapun dari mesin akan terasa sia-sia, karena isapan dari mesin tersebut tidak akan sampai pada area skep.

BACA BRO: Mana Lebih Unggul, Motor Injeksi Atau Motor Karburator

Jika pada karburator konvesional yang diatur adalah botol skep, maka pengaturan langsam pada karburator tipe vakum mengandalkan bukaan katup gas pada lubang venturi.

Caranya dengan membuka sedikit katup sehingga isapan mesin bisa sampai pada bagian skep dan menyebabkan skep bisa terangkat dan putaran mesin naik hingga sesuai kebutuhan.

3. Sistem choke

Pada karburator tipe konvensional, tuas choke membuka jalur bypass dari pilot jet atau dari bak karbu ke venturi.

Dengan bertambahnya volume bensin yang masuk ke dalam silinder maka sistem pengapian akan lebih mudah memantik api dan menimbulkan pembakaran yang terjadi di dalam silinder saat kondisi mesin masih dingin, jika suhu mesin sudah mendekati ideal maka tuas choke bisa ditutup dan putaran mesin bisa normal lagi karena pembakaran atau ledakan kompresi dibantu pemantulan suhu di dalam silinder.

Pada karburator tipe vakum, sistem chokenya bukan untuk menambah volume bensin, tapi mempercepat skep naik agar putaran mesin bisa naik dan mesin tidak cepat mati.

Jalur bypass yang diatur tuas choke jalurnya dari venturi menuju ke ruang vakum di bagian atas skep karburator, saat tuas choke dibuka maka isapan dari dalam silinder menarik udara yang ada di ruang vakum dan menyebabkan skep bisa terangkat meskipun katup gas masih tertutup.

Dengan itu maka putaran mesin bisa naik karena skep terbuka atau terangkat. Makanya akan jadi percuma jika saat tuas choke dibuka gas juga dibuka, mesin akan semakin sulit hidup karena skep akan terbuka lebar tapi gas bakar jadi semakin kering, sementara untuk memudahkan menghidupkan mesin saat kondisi mesin dingindibutuhkan campuran gas bakar yang basah.

BACA BRO: Macam-macam Tipe Busi Yang Jarang Orang Tahu

Dari perbedaan sistem choke tersebut, maka kondisi dan perilaku mesin pun berbeda saat tuas choke diaktifkan. Pada karbu tipe konvensional saat tuas choke dibuka maka putaran mesin naik perlahan cenderung brebet, tapi pada karbu tipe vakum saat tuas choke dibuka putaran mesin langsung naik dan akan terus naik jika mesin sudah mulai panas, tpi jarang ditemui gejala brebet, jika sampai brebet berarti setelan pilot screw belum pas sesuai kebutuhan.

KESIMPULAN

Dari apa yang dijelaskan diatas, sudah bisa kita bandingkan apa perbedaan karburator konvesional vs karburator vakum. Selebihnya memiliki sistem yang sama, seperti, pilot jet yang mempunyai fungsi untuk mengatur volume bensin yang masuk kemesin saat putaran rendah, lalu jarum skep dan nozzle yang 'bertugas' volume bensin pada saat putaran mesin menengah atau pada main jet yang mengatur volume bensin saat mesin dalam keadaan putaran tinggi.

Semoga bermanfaat, brooo!!!

Bergabunglah Bersama Ribuan Orang Lainnya di Komunitas Kami. Ketik Alamat Email Anda Melalui Kolom Berikut :

Belum ada Komentar untuk "Menarik Untuk di Ulas Kembali, Perbedaan Karburator Skep (Konvesional) VS Karburator Vakum"

Posting Komentar

KAMI MOHON MAAF JIKA SETIAP KOMENTAR YANG MASUK AKAN DI MODERASI TERLEBIH DAHULU. KARENA KAMI MENGHINDARI HAL – HAL YANG TIDAK DI INGINKAN. TERIMA KASIH TELAH BERKOMENTAR.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel