Konstruksi dan Fungsi Komponen Utama Pada Mesin 2 Langkah (bagian 2, selesai)

Masbengkel.com - Diartikel sebelumnya, masbengkel telah membahas Konstruksi dan Fungsi Komponen Utama Pada Mesin 2 Langkah (bagian 1). Kita akan lanjutkan diartikel ini. Yuk simak kelanjutnya :

Konstruksi dan Fungsi Komponen Utama Pada Mesin 2 Langkah (bagian 2)


5. Crankshaft dan connecting rod

connecting rod atau biasa disebut as kruk dari yamaha rx 135
Connecting rod kit yamaha 135 - Copyright xbhp.com
Crankshaft atau poros engkol, merubah gerakan lurus menjadi gerakan putar, dan waktu yang sama membantu flywheel mengurangi fluktuasi kecepatan poros engkol. Susunan poros engkol terdiri dari (gabungan dengan flywheel), connecting rod, crank pin, dan bearing.

Poros engkol untuk mesin dua cylinder, posisi connecting rod berlawanan dan crank pin dipasang berlawanan 180 ° sehingga dinamakan crank shaft 180°.

Untuk mengurangi getaran, flywheel dipasang timah atau tembaga, juga untuk mengurangi fluktuasi kecepatan poros. Poros engkol ditopang oleh ball bearings pada kedua ujungnya, dan biasanya seal oli dipasang diluar bearing untuk menjaga kebocoran kompresi.

6. Crankcase

crankcase rx king adalah contoh dari crankcase mesin motor 2 tak
crankcase rx king contoh dari crankcase motor 2 langkah

Crankcase terbuat dari aluminium diecasting dengan sedikit campuran logam. Crankcase terdiri dari dua bagian yang dapat dipisahkan separoh kekanan dan separoh kekiri, atau separoh keatas, dan separohnya lagi kebawah. Berfungsi untuk menutup poros engkol, kopling, dan transmisi.

Permukaan yang terpasang pada cylinder, dan case cover, harus sama baiknya dengan permukaan pasangannya. Pemasangan crankcase diberi seal atau packing untuk mencegah kebocoran compresi dan oli.

Berputarnya part-part pada crankcase disanggah oleh bearing, dan bushing. Adapun seal oli juga berfungsi untuk mencegah kebocoran compresi. adapun packing, gasket seal cair, dipakai sebagai seal komponen yang tidak bergerak.

> Tipe crankcase terisah secara mendatar

Crankcase tipe ini digunakan untuk mesin satu cylinder, untuk membongkarnya perlu alat khusus

> Tipe crankcase terpisah ke atas

Crankcase tipe ini, digunakan untuk mesin cylinder banyak. dibandingkan dengan mesin tipe mendatar, tipe ini lebih mudah menempatkan seal, antara crankcase dan bearing untuk membongkar tidak diperlukan alat khusus.

> Aturan urutan pengencangan baut dan mur

Jika akan mengencangkan Mur dan Baut yang terdiri dari banyak baut, dalam satu bidang, cara pengencangannya harus dua tahap. pertama pengencangan sementara, selanjutnya pengencangan akhir secara silang dan berurutan.

Setelah pengencangan, periksa kelancaran gerak putar poros engkol, dan komponen-komponen yang lainnya.

Aturan pengencangan : Dari dalam keluar
Pengendoran : Dari luar kedalam

7. Bearing dan seal oli


> Bearing

Friksi selalu terjadi antara 2 objek yang bergerak satu sama lainnya.
Friksi ini akan menyebabkan beban dan timbulnya panas yang dapat menghambat gerakan gerakan. Besarnya hambatan ini tergantung dari luas permukaan singgung, beban, dan kecepatan gerak.

Untuk inilah fungsi bearing untuk memegang As, menjaga agar tetap pada posisinya (stabil). Menjaga friksi dalam batas minimum dan menjamin kelancaran operasi. Beban yang ditopang oleh bearing adalah beban radial (beban tegak lurus dengan arah poros) dan beban tekan (sejajar dengan poros) beban ini dapat terjadi secara terpisah atau dalam satu rangkaian.


Tipe Bearing dan pemakaiannya


Plain bearing, bushing

Terutama digunakan pada beban radial yang besar. Half plain bearing (metal) digunakan untuk menopang crankshaft penyambungan connecting rod pada mesin empat langkah. Pada bagian tengahnya terdapat lubang oli atau alur oli untuk memberikan celah pelumasan dan bahan dasarmya dari baja yang dilapisi campuran besi putih seperti tin, timah, atau zinc atau campuran besi aluminium, atau besi magnesium.

Metal cylinder yang disebut bushing, digunakan pada tangkai stang piston (connecting rod) bearing transmisi, atau bearing kopling dengan alur oli, atau lubang yang dibentuk pada permukaan luar atau dalam.

Materialnya tersusun dari campuran tembaga seperti gan metal, atau phospor bronże alloy.

Ball bearing, roller bearing

Terdiri dari ball race dan ball atau roller, dan retainer. Digunakan pada beban radial, beban tekanan, atau keduanya tergantung dari bentuknya. Ball bearing, adalah yang menggunakan bola baja. Paling sering digunakan pada sepeda motor.

Tipe bearing dengan beban radial, jalur yang dalam digunakan untuk menahan beban tekanan. Yang mana bola bajanya terletak dijalur dalamnya digunakan pada crank shaft, as roda dll.

Roller ball bearing adalah bearing yang menggunakan roller. Area kontaknya luas sehingga kapasitasnya juga besar. Ada bearing yang digunakan untuk beban radial dan beban aksial, bentuk rollernya bisa cylinder, cone, atau bentuk jarum disebut juga needle roller bearing dan digunakan untuk connecting rod dan poros transmisi.

> Ball bearing

Tipe ini digunakan untuk beban radial dan beban thrust load. Tapi pada umumnya dipakai pada beban radial

Identifikasi Bearing

Pernah dengar kan bearing dengan ukuran 6204 C3. Apa arti dari angka-angka tersebut, ini penjelasannya.
6 = Tipe bearing
2 = Beban maksimum
04 = Diameter dalam bearing
C3 = Bearing dengan kelonggaran
Tipe Lain
D = Salah satu sisinya dengan seal karet
DD = Kedua sisinya dengan seal karet
Z = Salah satu sisi tertutup plat besi
ZZ = Kedua sisi tertutup plat besi

Cara penanganan Bearing
  1. Jangan salah memih tipe dan ukuran bearing
  2. Pada sat memeasang bearing pada casing, berikan tekanan pada sisi luarnya dan pada saat memasang pada poros, berikan tekana pada sisi dalamnya (pergunakan metal)
  3. Jaga kerataan pada saat pemasangan, (perhatikan jika ada bunyi-bunyi aneh, dan tergoresnya permukaan casingnya)
  4. Putar bearing dan periksa kelancarannya, dan suara-suara aneh bila ada
  5. Oleskan gemuk sebelum terpasang dan setelah terpasang
  6. Pada saat menyimpan Bearing, bungkus dengan kertas minyak, untuk menghindari karat.

> Seal Oli

Seal oli berfungsi untuk menjaga agar oli pelumas tidak mengalir keluar, atau mengalir kedalam. Juga berfungsi untuk melindungi crankcase dan mencegah material lain masuk kedalam. Seal oli tersedia dalam beberapa tipe, dengan ukuran yang bervariasi, bentuk, material, dll.

Penggunaan seal oli, harus disesuaikan dengan tempat, kondisi pemakaian.

Konstruksi dan fungsi bagian seal oli

Seal oli dibuat dari bahan synthetic nitrile rubber dan reinforcing ring (penguat). Terdiri dari Main lip (seal utama) yang menempel pada As dengan seal oli dan dust lip (seal debu) yang berfungsi menaha debu. dan reinforcing ring, yang menjaga kedua komponen tadi dari perubahan bentuk.

Dan pir yang menimbulkan cukup tekanan pada Main lip. Perlakuan sealing tidak hanya bekerja saat Main lip menempel di As, tetapi juga menampung oli. jika tidak, oli akan keluar.

Nitrile rubber bervariasi tergantung dari aditive yang digunakan dan sesuai kebutuhan untuk menahan panas, pemuaian, dan zat asam. Untuk menjaga panas yang tinggi biasanya Main lip dilapisi dengan teflon (seperti sealcrankshaft).

Tipe seal oli

Ada banyak tipe seal oli, tergantung dari jumlah main lipnya. jumlah dust lipnya, ada tidaknya per, bentuk dari reinforcing ringnya ukuran (diameter dalam, diameter luar, dan lebarnya) dan komposisi bahan karetnya.

Dimensi seal oli

Contoh dengan ukuran S 28 47 7
S = Tipe
28 = diameter dalam
47 = diameter luar
7 = lebar

Cara-cara penanganan seal oli

  1. Pastikan ukuran dan tipenya sesuai.
  2. Pastikan ketepatan arah pemasangannya
  3. Pastikan agar per tidak terlepas (ada yang tanpa per)
  4. Periksa dan bersinkan apakah tidak ada kerusakan pada bagian Lip/lidah
  5. Jaga kerataan saat pemasangan (gunakan plat besi)
  6. Berikan pelumasan secukupnya pada Lip/lidah (gunakan gemuk)
  7. Chek terhadap bunyi-bunyi aneh pada shaft dan periksa kerusakan spline dan chamfered.
  8. Saat menyimpan seal oli, bungkus dengan kertas minyak.

Seal spiral dengan lip dari teflon (untuk crankshaft)

Seal oli trbuat dari karet yang sangat kuat (teflon) yang tahan panas, tahan terhadap gaya tekan dan gesek, dibuat dengan metode khusus untuk meningkatkan daya tahan dan di bentuk menjadi spiral seal (dengan lip grove/alur lidah) untuk memaksimalkan daya sealing.

Nah, itulah artikel teknik otomotif yang membahas Konstruksi dan fungsi komponen utama pada mesin 2 langkah.

Semoga bermanfaat.(*)

Bergabunglah Bersama Ribuan Orang Lainnya di Komunitas Kami. Ketik Alamat Email Anda Melalui Kolom Berikut :

Belum ada Komentar untuk "Konstruksi dan Fungsi Komponen Utama Pada Mesin 2 Langkah (bagian 2, selesai)"

Posting Komentar

KAMI MOHON MAAF JIKA SETIAP KOMENTAR YANG MASUK AKAN DI MODERASI TERLEBIH DAHULU. KARENA KAMI MENGHINDARI HAL – HAL YANG TIDAK DI INGINKAN. TERIMA KASIH TELAH BERKOMENTAR.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel