Istilah Dasar Pada Sepeda Motor (part 1)

Masbengkel.com - Pada artikel sebelumnya yang membahas mengenai pengertian dasar pada sepeda motor, kali ini Masbengkel.com akan menjelaskan mengenai istilah-istilah dasar yang terdapat pada sepeda motor. Apa saja istilah yang terdapat pada sepeda motor? Simak ulasan lengkapnya:

Istilah Dasar Sepeda Motor

istilah dasar pada sepeda motor part 1 mas bengkel

1. Siklus

Untuk menjaga mesin tetap beroperasi, maka piston harus bergerak sesuai siklus geraknya. Untuk itu, mesin harus melakukan pemasukan, campuran udara-bensin, kompresi, pembakaran, dan pembuangan gas sisa. proses itu berulang terus dalam silinder dan disebut siklus.
  • Mesin yang memerlukan empat langkah / gerakan piston (dan menghasilkan dua putaran crankshaft) disebut "mesin empat langkah" atau juga disebut "mesin 4-tak".
  • Sedangkan, mesin yang memerlukan 2 langkah / gerakan piston (dan menghasilkan satu putaran penuh crankshaft) disebut mesin dua langkah atau biasa disebut mesin 2-tak.

2. Titik Mati

Titik mati adalah titik dimana piston berhenti bergerak dan mulai bergerak kembali kearah berlawanan. Pada posisi itu kecepatannya "0". Titik Mati Atas (TMA) adalah titik teratas tempat piston berhenti dan mulai bergerak turun. Titik Mati Bawah (TMB) adalah titik terbawah tempat piston berhenti dan mulai bergerak keatas.


3. Langkah


Yaitu satu arah pergerakan piston, baik satu gerakan piston dari TMB ke TMA ataupun satu gerakan piston dari TMA ke TMB. Jarak atau panjang pergerakan piston adalah satu arah disebut panjang langkah dan satuannya adalah milimeter (mm).

4. Diameter / Bore

Bore adalah diameter dalam dari lubang silinder dan satuannya adalah mm.

5. Sudut Crank

Sudut crank adalah sudut yang dibentuk oleh garis tengah crankshaft dengan garis yang melintas tengah crankpin dan crankshaft. Penentuan sudut berpatokan dari TMA atau TMB.

BACA BRO: Istilah Dasar Pada Sepeda Motor (part 2, habis)

6. Kapasitas mesin / Langkah

Volume yang terbentuk pada saat piston bergerak dari TMB ke TMA disebut kapasitas langkah. Kapasitas tersebut dapat dihitung dengan rumus di bawah. Satuan untuk menghitung kapasitas ini adalah cc atau cm².

V = π r²LN = π D²/4 LN

Catatan:

D = Diameter silinder bore
r = Jari- jari silinder bore
L = Panjang langkah
N = Jumlah silinder
π = Ratio Of The Circumference of a circle, 3,14

7. Volume Ruang Bakar

Volume ruangan yang terbentuk antara kepala silinder dengan kepala piston yang berada di TMA disebut Volume Ruang Bakar

8. Volume Silinder

Volume silinder adalah jumlah total dari volume silinder (volume langkah) dengan volume ruang bakar (V+v).

9. Perbandingan Kompresi

Perbandingan kompresi menunjukan tingkat kompresi campuran bahan bakar oleh piston saat melakukan langkah kompresi sampai TMA.

Catatan: Semakin tinggi tingkat kompresinya maka mesin tersebut tergolong tipe HighSpeed. Tetapi perbandingan tersebut memiliki batasan.

Pada sepeda motor, secara umum perbandingannya adalah 6 - 8 : 1 (untuk mesin 2-tak), 8 - 10 : 1 (untuk mesin 4-tak).

10. Kecepatan Piston

Sewaktu mesin berputar, kecepatan piston di TMA dan TMB adalah nol, tetapi saat ditengah kecepatannya paling tinggi. Oleh karena itu kecepatannya diambil dari nilai rata-rata kecepatan gerak piston yang dihitung dengan rumus :

v = 2LN/60 = LN/30

Catatan :

v = kecepatam piston rata-rata (m/s)
L = Panjang langkah (m)
N = kecepatan putar mesin (rpm)

Gerakan piston sesuai dngan gerakan berputar dari crankshaft, dimana jika piston bergerak 2L maka crankshaft berputar sekali. Ketika crankshaft berputar sebanyak N, maka piston bergerak 2LN. Untuk dijadikan detik, perlu dibagi 60.

11. Pengaruh Diameter Dan Langkah Piston Terhadap Kemampuan Mesin

Mesim dengan besar CC sama akan berbeda kemampuannya tergantung dari bore dan stroke nya.
  • Mesin langkah pendek (panjang langkah lebih pendek dari diameter silinder)
  • Mesin persegi (panjang langkah dan diameter silinder sama)
  • Mesin langkah panjang (panjang langkah lebih panjang dari diameter silinder)

Dibanding mesin langkah panjang, maka mesin persegi atau langkah pendek lebih mudah untuk ditingkatkan tenaga dan kecepatan mesinnya. Jika kecepatan mesinnya sama, maka kecepatan pistonnya akan lebih rendah dan hambatan geseknya dapat dikurangi juga. Keuntungan lainnya adalah bentuk yang lebih baik dan pendek, sehingga mesin persegi atau langkah pendek lebih banyak digunakan.

KESIMPULAN

Beberapa istilah dasar pada sepeda motor akan di bahas di artikel selanjutnya.

Bergabunglah Bersama Ribuan Orang Lainnya di Komunitas Kami. Ketik Alamat Email Anda Melalui Kolom Berikut :

1 Komentar untuk "Istilah Dasar Pada Sepeda Motor (part 1)"

  1. pertama denger istilah-istilah di atas yang ada cuma bingung doank...
    tapi makasih artikel nya karena memberikan saya wawasan baru dan membuat saya ngga terlalu awam dengan istilah-istilah di atas :D

    lanjutkan!!!

    BalasHapus

KAMI MOHON MAAF JIKA SETIAP KOMENTAR YANG MASUK AKAN DI MODERASI TERLEBIH DAHULU. KARENA KAMI MENGHINDARI HAL – HAL YANG TIDAK DI INGINKAN. TERIMA KASIH TELAH BERKOMENTAR.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel